- thepoethouse – Masjid adalah rumah Allah yang suci. Karenanya setiap muslim hendaknya menjaga adab saat berada di dalamnya, termasuk adab duduk di dalam masjid menurut Islam yang tak lepas dari panduan Rasulullah SAW melalui sabda maupun praktik.
Menjaga adab duduk di dalam masjid menjadi cerminan keimanan dan ketakwaan serta bentuk penghormatan kepada Baitullah. Allah SWT berfirman:
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (QS. Al-Jin [72]: 18)
Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa masjid sepenuhnya milik Allah, sehingga sudah sepantasnya setiap Muslim yang memasukinya berlaku dengan adab yang paling mulia. Rasulullah juga mengingatkan bahwa masjid tidak pantas digunakan untuk hal-hal yang tidak berguna.
Berikut ini adalah 10 adab duduk di dalam masjid berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, dilengkapi dengan dalil dan pandangan ulama:
✅ Hal yang Dianjurkan
1. Melaksanakan Shalat Tahiyatul Masjid Sebelum Duduk
Ini adalah adab yang paling utama saat memasuki masjid. Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka hendaklah ia mengerjakan shalat dua rakaat sebelum ia duduk.” (HR. Bukhari no. 444 dan Muslim no. 714)
Imam an-Nawawi dalam Syarah Nawawi ‘alal Muslim menyatakan bahwa mayoritas ulama sepakat mengenai kesunnahan shalat Tahiyatul Masjid. Bahkan, makruh hukumnya bagi seseorang yang masuk masjid untuk langsung duduk sebelum melaksanakan shalat dua rakaat tersebut jika tanpa uzur.
2. Duduk dengan Tenang dan Menjaga Sikap
Saat duduk di masjid, seorang Muslim hendaknya menjaga ketenangan dan sikap yang khidmat. Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila shalat telah diiqamatkan, maka janganlah kamu datang kepadanya dengan berlari, tetapi datanglah kepadanya dengan berjalan dan memperhatikan ketenangan.” (HR. Bukhari no. 908, Muslim no. 602)
Ketenangan ini mencakup cara duduk dan bergerak di dalam masjid sebagai bentuk menjaga kehormatan rumah Allah.
“Baca Juga : Ni Nengah Widiasih Bangun Usaha Kuliner dari Bonus“
3. Menghadap Kiblat Bila Memungkinkan
Dianjurkan untuk menghadap kiblat saat duduk di masjid. Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika kamu duduk di masjid maka hadapkanlah wajahmu ke kiblat.” (HR. Thabrani, dishahihkan Al-Albani)
4. Duduk untuk Berzikir dan Menuntut Ilmu
Masjid adalah pusat ibadah dan ilmu. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah kecuali malaikat mengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka, dan ketenangan turun kepada mereka.” (HR. Muslim no. 2700)
Duduk di masjid bernilai tinggi bila diisi dengan dzikir dan ilmu. Disunnahkan juga membentuk halaqah (lingkaran) dalam majelis ilmu.
5. Duduk di Mana Saja yang Tersedia dan Tidak Memisahkan 2 Orang
Dari Jabir bin Samurah radhiallahu ‘anhu: “Apabila kami datang kepada Nabi ﷺ, maka masing-masing dari kami duduk di tempat yang masih tersedia di majlis.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan Al-Albani)
Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Janganlah seseorang duduk di antara dua orang kecuali dengan izin keduanya.” (HR. Ahmad, dishahihkan Al-Albani)
6. Keutamaan Duduk Menunggu Shalat
Rasulullah 醴 bersabda: “Jika ia telah masuk masjid, maka ia dihitung dalam shalat selama ia tertahan oleh shalat, dan malaikat terus mendoakan salah seorang di antara kalian selama ia dalam majlisnya yang ia pergunakan untuk shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 176, Muslim no. 1059)
7. Menjaga Kebersihan Tempat Duduk
Rasulullah ﷺ bersabda: “Kebersihan adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim no. 223). Seorang Muslim hendaknya tidak membuang sampah, meludah, atau melakukan hal-hal yang dapat mengotori masjid.
❌ Hal yang Harus Dihindari (Larangan)
| Larangan | Dalil | Keterangan |
|---|---|---|
| 1. Melangkahi Leher Orang Lain | HR. Abu Dawud | Sangat dilarang karena mengganggu jamaah yang sudah duduk. |
| 2. Duduk Mengganggu Jamaah Lain | HR. Muslim | Duduk selonjor berlebihan hingga menutup jalan termasuk perbuatan terlarang. |
| 3. Duduk Ihtiba’ saat Khutbah Jumat | HR. Abu Dawud | Duduk menegakkan lutut ke perut sambil melingkarkan tangan, dilarang saat khatib berkhutbah. |
| 4. Bersandar pada Tangan Kiri | HR. Abu Dawud | Rasulullah melarang duduk dengan posisi bersandar pada tangan kiri yang diletakkan di belakang badan. |
| 5. Berjual Beli di Masjid | HR. Tirmidzi (hasan shahih) | Masjid bukan tempat transaksi jual beli. |
| 6. Mengumumkan Barang Hilang | HR. Muslim | “Mudah-mudahan Allah tidak mengembalikannya kepadamu…” |
| 7. Mengangkat Suara Urusan Duniawi | HR. Muslim | Masjid untuk dzikir, bukan untuk bicara keras soal dunia. |
| 8. Berpindah-pindah Tempat Tanpa Keperluan | Pendapat Ulama | Kecuali jika mengantuk, maka dianjurkan berpindah tempat. |
| 9. Mengambil Tempat Khusus Secara Permanen | HR. Abu Dawud | Dapat menimbulkan sifat riya’. Duduklah di mana saja yang tersedia. |
| 10. Menjadikan Masjid sebagai Jalan Lintasan | HR. Ath-Thabrani | Masuk dan keluar masjid harus disertai niat ibadah, bukan sekadar melewati. |
Dengan memahami dan mengamalkan adab-adab ini, seorang Muslim tidak hanya menjaga kesucian dan kehormatan masjid sebagai rumah Allah, tetapi juga meningkatkan kualitas ibadah dan kekhusyukan dalam beribadah. Semoga bermanfaat.
“Baca Juga : Ahli Gizi Jelaskan Bahaya Air Rebusan Mi Instan“




Leave a Reply