thepoethouse.com – Memberi pertolongan pertama pada korban yang kesetrum listrik jangan langsung menyentuh korban. Pastikan dulu sumber listrik sudah dimatikan. Untuk listrik tegangan rendah, matikan sakelar utama atau cabut steker. Bila tidak bisa, dorong kabel menjauh menggunakan benda isolator seperti sapu kayu. Berdirilah di atas benda tidak menghantarkan listrik seperti kardus atau alas karet.
Untuk tegangan tinggi, misalnya kabel tiang listrik, jangan dekati korban. Jaga jarak minimal 25 meter dan segera hubungi PLN atau pemadam kebakaran. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan luka bakar, henti jantung, bahkan kematian. Pertolongan pertama yang cepat dan tepat dapat menyelamatkan nyawa.
“Baca juga : Anak Sering Batuk Saat Hujan, Perlukah Obat Alergi?”
Periksa Respons dan Napas Korban
Setelah aman, cek respons korban dengan memanggilnya atau memberi rangsangan lembut. Jika tidak ada respons, buka jalan napas korban. Miringkan kepala ke belakang dan angkat dagu. Jika korban tidak bernapas, segera hubungi ambulans.
Lakukan resusitasi jantung paru (CPR) jika korban tidak bernapas. Kompresi dada 30 kali diikuti dua kali napas bantuan. Ulangi siklus hingga bantuan medis tiba.
Tips Pencegahan Kesetrum Listrik
Menurut NSW (New South Wales) Government, Anda bisa mencegah risiko kesetrum dengan langkah berikut:
- Jangan sentuh alat listrik saat tangan basah.
- Ganti sakelar rusak segera.
- Hindari colokan bertumpuk.
- Matikan alat pemanas saat listrik padam.
- Cabut steker dengan menarik bagian colokan, bukan kabelnya.
- Ajari anak bahwa listrik bukan mainan.
- Jauhkan alat listrik dari air, termasuk bak mandi dan wastafel.
Sengatan listrik bisa menimpa siapa saja, baik di rumah, tempat kerja, maupun ruang publik. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang memahami langkah memberi pertolongan pertama saat menghadapi situasi ini. Selain mencegah korban mengalami cedera lebih parah, penanganan awal yang benar juga meminimalkan risiko kematian akibat gagal jantung atau gangguan pernapasan
Pelatihan dasar seperti CPR sebaiknya dikuasai oleh masyarakat umum. Pemerintah dan lembaga terkait juga didorong untuk menyelenggarakan edukasi keselamatan listrik secara berkala. Dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat bisa lebih sigap dalam bertindak dan membantu menyelamatkan nyawa saat terjadi insiden kesetrum.
“Baca juga : Manfaat Minum Teh Setiap Hari Ungkap Ahli Gizi”
Respons cepat dan aman saat seseorang kesetrum bisa menyelamatkan nyawa. Pastikan Anda tahu langkah-langkah dasar pertolongan pertama ini. Waspadai peralatan listrik di sekitar dan biasakan tindakan preventif untuk melindungi diri dan orang lain. Edukasi dan kesiapsiagaan sangat penting, terutama di rumah dan lingkungan kerja.




Leave a Reply