thepoethouse – Kementerian Kesehatan Gaza mengonfirmasi jumlah korban tewas akibat serangan Israel telah menembus 70 ribu orang per Sabtu, 29 November 2025. Data itu menunjukkan intensitas serangan yang terus meningkat sejak agresi dimulai pada 7 Oktober 2023. Lembaga tersebut juga mencatat lebih dari 170.900 warga terluka akibat bombardir tanpa henti di Jalur Gaza.
Tonggak korban yang sangat mencolok ini muncul di tengah gencatan senjata yang diberlakukan sebulan lalu. Meski kesepakatan itu ditengahi Amerika Serikat dan Hamas, Israel tetap menjalankan operasi militer di beberapa wilayah padat penduduk. Serangan yang berlanjut membuat jumlah korban bertambah drastis selama beberapa minggu terakhir.
Pihak otoritas kesehatan menegaskan bahwa fasilitas medis telah kewalahan dan sulit menangani gelombang korban baru. Rumah sakit juga menghadapi kekurangan obat, listrik, dan bahan bakar, sehingga banyak korban meninggal sebelum mendapatkan perawatan layak.
BACA JUGA : “Banjir Parah Rendam Kamp Pengungsi Gaza Usai Hujan Deras”
Situasi kemanusiaan kini berada pada titik kritis, sementara serangan militer Israel masih terus terjadi di berbagai sektor wilayah kantong tersebut. Pemerintah setempat dan lembaga internasional mendesak penghentian serangan dan akses bantuan kemanusiaan yang lebih luas agar korban tidak terus berjatuhan.
Korban Tewas di Gaza Tembus 70 Ribu Jiwa
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan peningkatan signifikan jumlah korban tewas akibat serangan Israel. Lembaga tersebut menyebut total korban jiwa telah melampaui 70.100 orang pada Sabtu, 29 November 2025. Mereka menambahkan lebih dari 170.900 warga lainnya mengalami luka akibat agresi yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023.
Pencapaian angka korban ini menunjukkan skala kekerasan yang semakin memburuk. Israel tetap menggempur wilayah Gaza meski gencatan senjata hasil mediasi Amerika Serikat dan Hamas berlaku sejak bulan lalu. Serangan yang terus terjadi menunjukkan ketegangan belum mereda dan kekerasan tetap menargetkan wilayah padat penduduk.
Israel Terus Melancarkan Serangan Meski Ada Gencatan Senjata
Serangan Israel masih berlanjut di beberapa titik Gaza pada Sabtu pagi. Petugas medis melaporkan dua anak Palestina tewas setelah drone Israel menyerang kota Bani Suheila di Gaza selatan. Saksi mata mengatakan drone menjatuhkan bom di dekat Sekolah al-Farabi dan mengenai sekelompok warga sipil.
Kedua korban, Juma dan Fadi Tamer Abu Assi, sempat dilarikan ke Kompleks Medis Nasser namun meninggal karena luka kritis. Serangan itu terjadi di luar kawasan Garis Kuning yang menjadi batas pergerakan pasukan Israel sesuai kesepakatan gencatan senjata.
BACA JUGA : “PLN Mulai Terapkan AI di Pembangkit Listrik Indonesia”
Militer Israel juga menyerang Gaza melalui darat, laut, dan udara pada hari yang sama. Tiga warga terluka akibat artileri dan serangan udara di al-Qarara. Serangan tambahan menghantam wilayah Tuffah di Kota Gaza dan kawasan timur Rafah.
Direktur Kantor Media Pemerintah Gaza, Ismail al-Thawabta, menyebut telah terjadi 535 pelanggaran sejak gencatan senjata diumumkan. Ia menegaskan kondisi kemanusiaan memburuk dengan cepat karena infrastruktur penting di Gaza terus hancur.




Leave a Reply