thepoethouse.com – Anak sering batuk dan pilek pada umumnya sering terjadi, tapi peru di perhatikan batuk berulang saat musim hujan pada anak sering dikira alergi dingin, padahal 80% kasus disebabkan oleh ISPA virus. Dr. Endah Citraresmi, Sp.A(K) menjelaskan: “Alergi dingin sebenarnya tidak ada, tapi udara lembap memicu iritasi saluran napas anak yang sensitif.”
“Baca juga : Ahli ITB Sebut 5 Alat Elektronik Paling Boros Listrik di Rumah”
Gejala alergi dan ISPA virus sering tumpang tindih saat musim hujan. “Batuk alergi biasanya tidak disertai demam, sedangkan ISPA kerap dibarengi peningkatan suhu tubuh,” jelas dr. Endah. Data RS Pondok Indah mencatat 65% kasus batuk musim hujan pada anak disebabkan oleh rhinovirus.
Orang tua bisa melakukan observasi sederhana:
- Catat frekuensi dan durasi batuk
- Perhatikan ada/tidaknya kontak dengan penderita ISPA
- Amati respons terhadap antihistamin
Fakta Penting:
- Penyebab Utama:
- ISPA virus (6-12 episode/tahun normal untuk balita)
- Udara dingin hanya faktor pemicu, bukan alergen
- Jamur dan tungau berkembang pesat saat kelembapan tinggi
- Tanda Bahaya:
- Batuk >2 minggu
- Disertai mengi atau sesak napas
- Demam tinggi >3 hari
Waspada Batuk Saat Hujan pada Anak: Kapan Perlu Obat Alergi?
Penanganan Tepat:
“Jangan berikan obat alergi tanpa diagnosis dokter,” tegas dr. Endah. Konsultasi diperlukan jika:
- Gejala muncul konsisten tiap hujan
- Ada riwayat alergi keluarga
- Disertai ruam atau bengkak
Pencegahan Efektif:
- Gunakan humidifier di kamar anak
- Bersihkan AC dan karpet secara rutin
- Tingkatkan imunitas dengan vitamin D dan probiotik
“Jika gejala membaik dengan antihistamin, mungkin ada komponen alergi,” tambahnya. Namun tetap harus dikonfirmasi melalui tes IgE spesifik.
“Baca juga : Lisa BLACKPINK Tampil Main PS5 di Video Terbaru PlayStation”
Data IDAI menunjukkan 40% “alergi musim hujan” ternyata infeksi virus. Pemeriksaan skin test alergi baru disarankan untuk anak sering batuk di atas 3 tahun dengan gejala spesifik.




Leave a Reply