thepoethouse.com – Balita Sukabumi meninggal dunia dengan kondisi tubuh dipenuhi cacing gelang. Balita bernama Raya dari Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan sempat mengeluarkan lebih dari satu kilogram cacing hidup dari tubuhnya sebelum meninggal. Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat dan mendorong respons resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Baca juga : Promo Makanan HUT RI dari HokBen hingga Marugame”
Infeksi Cacing Gelang Menjadi Pemicu Utama
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyampaikan bahwa cacing yang menginfeksi Raya adalah jenis cacing gelang (Ascaris lumbricoides), yang merupakan salah satu jenis cacing usus terbesar. Panjang cacing ini bisa mencapai 35 cm dan terlihat dengan mata telanjang.
“Telur cacing gelang yang tertelan akan menetas di usus halus, lalu masuk ke aliran darah dan berpindah ke paru-paru,” kata Aji. Proses ini bisa menyebabkan infeksi paru serius seperti pneumonia. Gejalanya antara lain batuk berkepanjangan, pilek yang tidak kunjung sembuh, sesak napas, hingga keluarnya cacing dari hidung.
Puskesmas Kabandungan bersama Dinas Kesehatan Sukabumi telah melakukan sejumlah intervensi, termasuk pemberian makanan tambahan dan obat cacing Albendazol. Selain itu, dilakukan penyelidikan epidemiologi untuk menelusuri faktor risiko dan mencegah penyebaran lebih lanjut.
Aji juga menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Ia mengimbau masyarakat untuk mencuci tangan di lima waktu penting: sebelum makan, setelah BAB, sebelum menyusui, sebelum menyentuh makanan, dan setelah beraktivitas di luar rumah.
“Gunakan alas kaki, potong kuku secara rutin, dan buang air besar di tempat yang layak. Segera periksa ke Puskesmas jika muncul gejala cacingan,” imbau Aji. Ia juga menegaskan bahwa anak-anak usia 1–12 tahun sebaiknya rutin mengonsumsi obat cacing dua kali setahun.
Edukasi Sanitasi dan Akses Kesehatan Jadi Prioritas
Kasus ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran dan akses sanitasi di beberapa wilayah pedesaan. Data WHO menyebutkan bahwa lebih dari 1,5 miliar orang di dunia terinfeksi cacing usus, terutama di daerah dengan sanitasi buruk. Indonesia termasuk negara endemik cacingan, dengan anak-anak sebagai kelompok paling rentan.
Pemerintah pusat dan daerah perlu meningkatkan edukasi dan layanan kesehatan preventif, terutama di daerah terpencil. Kampanye rutin pemberian obat cacing di sekolah dan posyandu juga penting diperkuat.
“Baca juga : BMKG Deteksi Kenaikan Aktivitas Sesar Lembang”
Kasus Raya, Balita Sukabumi ini menjadi pengingat serius bahwa penyakit yang dianggap ringan seperti cacingan bisa berdampak fatal bila tidak dicegah dan ditangani dengan baik.




Leave a Reply