RS Sardjito Kirim Tenaga Medis Bantu Korban Gempa NTT
RSUP Dr Sardjito Yogyakarta mengirim tujuh tenaga kesehatan untuk membantu menangani korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim tersebut terdiri atas empat dokter dan tiga perawat yang berangkat pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Pengiriman tenaga medis ini merupakan bagian dari dukungan rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan terhadap penanganan dampak bencana di NTT. Tim akan memberikan pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat kapasitas medis di daerah terdampak.
Tujuh Tenaga Medis Dikerahkan ke RSUD Bajawa
Tim RSUP Dr Sardjito dipimpin oleh Dr. dr. Yuda Mathan Sakti. Ia bersama dokter Sharfan Anzhari, dokter Nashiruddin, dan dokter Ratna Sari Kalembu akan menjalankan misi pelayanan kesehatan di RSUD Bajawa, Kabupaten Ngada.
Tiga tenaga keperawatan yang turut diberangkatkan ialah Lutfi Tomi Amboro, Sigit Prabowo, dan Nur Ahmad. Komposisi tersebut disiapkan untuk mendukung pelayanan medis dengan kompetensi yang beragam sesuai kebutuhan penanganan korban bencana.
Direktur Utama RSUP Dr Sardjito, Dr. dr. Romanianto, mengatakan pengiriman tim dilakukan setelah rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan mendapat instruksi untuk memberikan dukungan pelayanan kesehatan bagi korban bencana di NTT.
“Rumah sakit di bawah Kemenkes diinstruksikan agar turut memberikan dukungan pelayanan kesehatan dalam penanganan korban bencana di NTT,” kata Romanianto.
baca juga: PalmCo serap 2,09 juta ton TBS petani hingga Juli 2026
Tim Medis Perkuat Respons Kesehatan Pascabencana
Romanianto menjelaskan tim yang dikirim memiliki kompetensi multidisiplin. Keberadaan mereka diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat kemampuan fasilitas kesehatan setempat dalam menangani korban.
Pengiriman tenaga kesehatan juga menjadi bagian dari koordinasi antarrumah sakit Kementerian Kesehatan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan akibat bencana. Langkah tersebut penting untuk menjaga kesinambungan layanan ketika kebutuhan medis meningkat.
“Ini menjadi bagian dari semangat respons cepat dan kolaborasi antarrumah sakit Kementerian Kesehatan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan akibat bencana,” ujar Romanianto, seperti dikutip Antara.
Kabupaten Ngada sendiri memiliki tingkat kerawanan gempa yang perlu diperhatikan. Dokumen perencanaan daerah mencatat Kecamatan Bajawa dan sejumlah kecamatan lain di Ngada masuk kategori bahaya gempa bumi tinggi.
RSUD Bajawa juga menjadi salah satu fasilitas kesehatan utama di Kabupaten Ngada. Data pemeriksaan pemerintah daerah menunjukkan rumah sakit tersebut memiliki ratusan sumber daya manusia untuk menjalankan pelayanan kesehatan, sehingga dukungan tenaga tambahan dapat memperkuat kapasitas pelayanan ketika terjadi kondisi darurat.
RS Sardjito Tegaskan Komitmen Penanganan Korban Gempa
Romanianto menyampaikan kehadiran tenaga medis RSUP Dr Sardjito tidak hanya berfokus pada pelayanan medis. Tim juga diharapkan dapat memberikan rasa aman dan menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang menghadapi dampak bencana.
“Saudara-saudara kita di NTT sedang menghadapi situasi yang tidak mudah akibat bencana. Kami berupaya hadir dan memberikan bantuan terbaik melalui tenaga kesehatan yang kami miliki,” katanya.
Ia menilai pengiriman tenaga kesehatan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan pengabdian rumah sakit dalam mendukung pemerintah menghadapi situasi bencana.
Dengan diberangkatkannya tujuh tenaga medis tersebut, RSUP Dr Sardjito ikut memperkuat respons kesehatan di NTT. Kehadiran tim di RSUD Bajawa diharapkan membantu memastikan korban memperoleh pelayanan medis dan kebutuhan kesehatan dapat ditangani secara cepat selama masa tanggap bencana.
baca juga: Bayi Baru Lahir, Akta Kelahiran Langsung Terbit Digital




Leave a Reply