thepoethouse.com – Air rebusan mi instan sering dianggap berbahaya, tetapi benarkah demikian? Ahli gizi Dr. Arif Sabta Aji, S.Gz., MQM, menjelaskan bahwa air rebusan pertama mi instan justru mengandung vitamin fortifikasi yang sudah larut. Namun, konsumsinya perlu diperhatikan dengan cermat.
“Baca juga : Rahasia Ayam Goreng Tepung Tetap Renyah Sampai Malam”
Fakta Nutrisi dan Keamanan Air Rebusan Mi
Mi instan mengandung tepung, pati, garam, dan vitamin tambahan. Saat direbus, beberapa nutrisi seperti tiamin (vitamin B1) larut dalam air. “Sebaiknya digunakan sebagai kuah karena mengandung vitamin yang bermanfaat,” jelas Arif.
Namun, air rebusan juga mengandung natrium tinggi (861 mg per porsi) dan sisa minyak. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi. Mitos tentang “lilin penyebab kanker” dalam mi instan juga dibantah ahli.
Cara Sehat Mengonsumsi Mi Instan
Agar lebih bernutrisi, ikuti tips berikut:
- Pilih mi gandum utuh untuk serat lebih tinggi.
- Gunakan tambahkan sayuran (wortel, sawi, jamur).
- Kurangi bumbu instan dan ganti dengan kaldu rendah sodium.
- Tambahkan protein seperti telur, tahu, atau dada ayam.
Angka Kecukupan Gizi (AKG) Terkait
Satu porsi mi instan menyumbang:
- 43% AKG tiamin (vitamin B1).
- 10% AKG zat besi.
- Namun, kandungan natriumnya mencapai 86% dari batas harian.
Saran Ahli
“Air rebusan mi instan aman dikonsumsi dalam jumlah wajar,” tegas Arif. Kuncinya adalah moderasi dan diversifikasi bahan. Kombinasikan dengan sayuran dan protein untuk menyeimbangkan nutrisi.
“Baca juga : Jenis Karbohidrat Lebih Berbahaya dari Gula untuk Anak”
Dengan memahami fakta ini, Anda bisa menikmati mi instan secara lebih sehat tanpa khawatir efek samping. Selalu utamakan pola makan bervariasi untuk gizi optimal.




Leave a Reply