thepoethouse.com – Ilmuwan sukses mengalihkan profesinya menjadi petani kelor, Dr. Kandasami Saravanan seorang ilmuwan pertanian asal India. Keputusan ini diambil karena keprihatinan terhadap kondisi petani kelor yang sering mengalami harga jual rendah dan hasil panen kurang maksimal. Dengan memanfaatkan ilmu dan pengalamannya selama 7 tahun di Tamil Nadu Agriculture University, Saravanan berhasil meningkatkan kualitas dan nilai jual daun kelor hingga mencapai Rp 145.000 per kilogram, jauh di atas harga pasar yang biasanya hanya Rp 18.000 hingga Rp 27.000 per kilogram.
“Baca juga : Mi Instan Berisiko Pemicu Usus Buntu? Fakta Terbaru Terungkap”
Saravanan lahir dari keluarga petani kelor di desa Somankottai, Tamil Nadu, India. Ia mengamati bahwa banyak petani lokal tidak bisa memaksimalkan hasil panennya. Pada musim panen, harga kelor bahkan turun drastis hingga hanya Rp 1.000 per kilogram, sehingga sangat merugikan petani. Ia pun memutuskan untuk terjun langsung sebagai petani kelor dan menerapkan metode budidaya organik dengan perawatan khusus agar daun kelor lebih berkualitas dan kaya nutrisi.
Dalam pengembangannya, Saravanan menggunakan teknik jarak tanam yang tepat pada lahan seluas 1,6 hektar. Hal ini memungkinkan pertumbuhan daun kelor optimal dan meningkatkan kandungan nutrisinya. Pendekatan ilmiah ini tidak hanya menaikkan kualitas kelor, tetapi juga menarik minat pembeli dari luar negeri, termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa.
“Baca juga : Honda Elevate Resmi Meluncur, SUV Baru Harga Rp 200 Jutaan”
Menurut Saravanan, peningkatan harga dan kualitas kelor ini membuka peluang baru bagi petani kelor untuk mendapatkan penghasilan lebih baik. Keberhasilannya menunjukkan pentingnya inovasi dan penerapan ilmu pengetahuan dalam sektor pertanian, terutama pada tanaman yang belum banyak dimaksimalkan potensi ekonominya. Metode ini bisa menjadi model bagi petani lain untuk meningkatkan produktivitas dan nilai jual hasil pertanian mereka.




Leave a Reply