Blush Draping, Teknik Perona Pipi untuk Efek Wajah Lebih Terangkat
Perona pipi kini tidak lagi sekadar digunakan untuk memberikan rona pada bagian tengah pipi. Teknik aplikasi yang semakin populer, blush draping, memanfaatkan penempatan warna secara strategis untuk menciptakan ilusi tulang pipi yang lebih tinggi dan wajah yang tampak terangkat secara alami.
Berbeda dari teknik kontur yang mengandalkan bayangan berwarna cokelat atau abu-abu, blush draping menggunakan warna perona pipi untuk membentuk dimensi wajah. Hasil akhirnya cenderung lebih lembut karena warna dibaurkan mengikuti struktur wajah.
Apa Itu Blush Draping?
Blush draping merupakan teknik mengaplikasikan perona pipi pada area yang lebih tinggi dan melebar hingga mendekati pelipis. Penempatan tersebut membantu mengarahkan perhatian ke bagian atas wajah sehingga menciptakan efek lifting tanpa kontur yang terlalu tegas.
Teknik ini sebenarnya bukan tren baru. Penata rias selebritas Way Bandy mempopulerkannya pada era 1970-an melalui sapuan perona pipi yang lebih berani di sepanjang tulang pipi hingga ke arah pelipis.
Bandy dikenal melalui karyanya bersama sejumlah selebritas, termasuk Cher. Dalam perkembangannya, blush draping kembali hadir dengan pendekatan yang lebih presisi dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan riasan sehari-hari.
Cara Mengaplikasikan Blush Draping untuk Efek Lifting
Efek wajah terangkat bergantung pada lokasi perona pipi. Aplikasi yang terlalu rendah justru dapat membuat wajah terlihat lebih turun.
Mulai dari Titik Tertinggi Tulang Pipi
Gunakan alas bedak ringan sebagai dasar agar hasil akhir tetap menyatu. Setelah itu, aplikasikan blush pada bagian tertinggi tulang pipi, tepat di bawah sudut luar mata.
Sapukan perona pipi ke arah luar dan atas menuju pelipis. Gerakan tersebut dapat membentuk pola menyerupai huruf C yang mengikuti area sekitar tulang pipi dan pelipis.
baca juga: Dave Bautista jadi Kratos “God of War” gantikan Ryan Hurst yang cedera
Pertahankan arah sapuan ke atas selama proses aplikasi. Cara ini membantu menciptakan ilusi visual bahwa struktur wajah tertarik ke arah atas.
Baurkan Warna Secara Bertahap
Blending menjadi bagian penting dalam teknik blush draping. Baurkan perona pipi hingga tidak terlihat batas yang tegas antara warna dan kulit.
Gunakan kuas berbulu lembut untuk mengontrol intensitas, kemudian tambahkan produk sedikit demi sedikit. Teknik berlapis membantu menghasilkan gradasi warna yang lebih natural daripada mengaplikasikan banyak produk sekaligus.
Penempatan Blush Draping Sesuai Bentuk Wajah
Blush draping dapat disesuaikan dengan struktur wajah. Penempatan warna yang tepat membantu menciptakan keseimbangan sekaligus mempertahankan efek lifting.
Wajah Bulat
Pemilik wajah bulat dapat menempatkan blush lebih tinggi pada tulang pipi. Arahkan sapuan lebih jauh ke pelipis dan hindari membawa warna terlalu banyak ke bagian tengah wajah.
Wajah Panjang atau Bersudut
Pada wajah panjang atau bersudut, tambahkan sedikit warna pada bagian apel pipi. Penempatan ini membantu memberikan keseimbangan agar wajah tidak terlihat semakin panjang.
Wajah Oval
Wajah oval memiliki fleksibilitas dalam penempatan blush. Perona pipi dapat diaplikasikan pada apel pipi lalu dibaurkan ke arah pelipis untuk menghasilkan rona lembut.
Untuk definisi yang lebih kuat, blush juga dapat disapukan mengikuti tulang pipi ke arah atas dan luar.
Wajah Berbentuk Hati
Pada wajah berbentuk hati, aplikasikan blush sedikit lebih rendah pada apel pipi. Baurkan warna dengan pola U lembut menuju pelipis untuk membantu menyeimbangkan dahi yang lebih lebar dan dagu yang meruncing.
Pilih Formula dan Warna Blush yang Tepat
Pemilihan formula turut menentukan hasil akhir blush draping. Blush krim dapat menjadi pilihan bagi pemula karena mudah dibaurkan dan cenderung menyatu dengan kulit.
Formula krim juga cocok untuk kulit yang membutuhkan tampilan lebih lembap. Sementara itu, blush bubuk dengan tekstur halus dapat memberikan gradasi yang lebih mudah dikontrol dan cocok untuk kulit berminyak.
Hindari penggunaan produk yang terlalu berkilau pada area aplikasi yang luas. Kandungan kilau berlebihan dapat menciptakan titik pantulan cahaya atau hot spot yang membuat hasil riasan terlihat kurang merata.
Sesuaikan Warna dengan Warna Kulit
Pemilihan warna sebaiknya mengikuti rona kulit agar hasil blush draping terlihat harmonis. Kulit cerah dapat menggunakan merah muda, peach, atau koral muda.
Kulit medium dapat memilih warna mawar, koral merah muda, atau peach. Sementara itu, kulit gelap dapat menggunakan warna plum, berry, atau oranye terang untuk menghasilkan rona yang lebih terlihat.
Penata rias Charlie Riddle menyarankan penggunaan warna yang sedikit lebih gelap dari pilihan biasanya jika ingin mendapatkan efek lifting yang lebih kuat.
Alat yang Membantu Menghasilkan Blush Draping
Kuas berbulu lembut dan mengembang cocok digunakan untuk blush bubuk karena membantu menyebarkan warna secara merata. Untuk blush krim, kuas yang lebih padat dapat memberikan kontrol aplikasi yang lebih baik.
Spons makeup juga dapat digunakan untuk membaurkan warna agar transisinya lebih halus. Sementara itu, kuas miring membantu pengguna mengontrol arah aplikasi ketika membutuhkan presisi lebih tinggi.
Pemilihan alat sebaiknya disesuaikan dengan formula produk dan intensitas yang ingin dicapai. Penggunaan alat yang tepat dapat membantu mencegah penumpukan warna pada satu area.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Blush Draping
Kesalahan paling umum dalam teknik ini adalah menempatkan blush terlalu rendah. Posisi tersebut dapat menciptakan efek visual yang berlawanan dan membuat wajah terlihat lebih turun.
Penggunaan produk secara berlebihan juga dapat menghilangkan kesan alami. Karena itu, aplikasikan blush secara tipis dan tingkatkan intensitas secara bertahap sesuai kebutuhan.
Blending yang kurang sempurna juga dapat meninggalkan garis warna yang terlihat jelas. Pastikan perona pipi membentuk gradasi tanpa batas yang kasar agar hasil akhirnya tetap menyatu dengan riasan.
Selain teknik aplikasi, warna yang tidak sesuai dengan rona kulit dapat membuat hasil terlihat kurang harmonis. Karena itu, pemilihan warna tetap menjadi bagian penting dalam menciptakan tampilan yang natural.
Blush draping menawarkan alternatif bagi pengguna yang menginginkan efek wajah lebih terangkat tanpa mengandalkan kontur berat. Kunci teknik ini terletak pada penempatan blush yang tinggi, arah sapuan ke atas, serta blending yang merata.
Dengan menyesuaikan aplikasi berdasarkan bentuk wajah, formula, warna, dan alat yang digunakan, teknik ini dapat diterapkan untuk riasan sehari-hari maupun tampilan yang lebih intens. Hasil akhirnya tetap bergantung pada proporsi aplikasi dan kemampuan membaurkan warna agar dimensi wajah terlihat alami.
baca juga: 8 Tips Memakai Lipstik yang Salah Shade, Jangan Biarkan Mubazir




Leave a Reply