- thepoethouse – Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr. Dinda Derdameisya Sp.OG menepis isu yang menyatakan bahwa perempuan dalam keadaan menstruasi tidak boleh berenang.
“Sebenarnya banyak mitos seputar menstruasi, seperti perempuan tidak boleh potong kuku, enggak boleh berenang, kemudian biar menstruasi lancar harus minum soda, itu mitos ya,” kata Dinda dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Dokter lulusan Universitas Indonesia itu menyampaikan bahwa menstruasi akan tetap terjadi meski perempuan sedang berenang. Namun, tekanan air dalam kolam berperan dalam menghentikan darah sementara. Fenomena ini sering disalahartikan sebagai “darah berhenti” padahal secara fisiologis aliran darah tetap berlangsung, hanya saja tekanan air menghambatnya keluar.
Menurut dia, hal yang lebih penting untuk diperhatikan adalah terkait dengan kebersihan diri ketika sedang menstruasi. Ia menyarankan agar perempuan berenang ketika darah yang keluar tinggal sedikit atau mendekati waktu berakhirnya siklus menstruasi.
“Kalau mau berenang itu saat menstruasi jangan sedang banyak-banyaknya, jadi saat naik ke atas, lalu darahnya keluar lagi, bisa langsung dibersihkan ke kamar mandi,” ujar Dinda.
Mitos vs Fakta Seputar Menstruasi
| Mitos | Fakta |
|---|---|
| Perempuan tidak boleh berenang saat haid | Boleh, asalkan menggunakan pembalut atau menstrual cup yang aman |
| Minum soda memperlancar haid | Tidak ada bukti ilmiah; soda hanya meningkatkan gula darah dan asam lambung |
| Tidak boleh potong kuku saat haid | Tidak ada hubungan antara potong kuku dengan siklus menstruasi |
| Haid adalah masa “kotor” dan tidak boleh beraktivitas fisik | Olahraga ringan seperti berenang justru dapat mengurangi nyeri haid |
Tips Berenang Saat Menstruasi
Dokter Dinda memberikan beberapa tips bagi perempuan yang ingin tetap berenang saat menstruasi:
- Gunakan perlindungan yang tepat: Pembalut biasa tidak efektif di air. Gunakan menstrual cup (cangkir menstruasi) atau tampon yang dirancang khusus untuk menyerap darah dari dalam.
- Pilih pakaian renang yang sesuai: Celana renang berwarna gelap dapat memberikan rasa lebih percaya diri.
- Segera ganti setelah berenang: Lepas tampon atau bersihkan menstrual cup segera setelah keluar kolam untuk mencegah iritasi.
- Jaga kebersihan area kewanitaan: Bilas dengan air bersih setelah berenang untuk mencegah infeksi.
Dengan pemahaman yang benar, perempuan tidak perlu khawatir melewatkan aktivitas menyenangkan seperti berenang hanya karena mitos yang tidak berdasar. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan dan kenyamanan diri selama menstruasi.
“Baca Juga : Hoo Haa Cup 2026 Jadi Ajang Bulu Tangkis”
Dokter Kandungan Bantah Mitos: Minum Air Dingin Saat Haid Itu Boleh, Asal Tidak Berlebihan
Mitos berikutnya yang dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG, bantah adalah anggapan bahwa perempuan yang sedang menstruasi tidak boleh meminum air dingin. Dalam konteks ini, dia menilai bahwa minuman yang dikonsumsi saat menstruasi sepenuhnya bergantung pada preferensi dan kondisi tubuh masing-masing perempuan.
“Minum air dingin saat haid sebenarnya tidak berbahaya. Tidak ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa air dingin menyebabkan darah haid membeku atau memperparah nyeri,” jelas dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut.
Meminum minuman hangat menurutnya bukan menjadi hal yang wajib untuk dikonsumsi saat menstruasi. Namun, ia mengakui bahwa minuman hangat dapat membantu perempuan menjadi lebih nyaman dari rasa-rasa yang mengganggu, seperti kram perut. “Minuman hangat bisa membantu relaksasi otot polos rahim, sehingga mengurangi rasa nyeri. Tapi itu bukan keharusan,” tambahnya.
Menurut Dinda, kunci utama dalam memilih minuman saat haid adalah mendengarkan tubuh sendiri. Jika tubuh merasa lebih nyaman dengan minuman hangat, maka silakan mengonsumsinya. Sebaliknya, jika ingin minum air dingin, itu juga diperbolehkan asalkan tidak berlebihan.
Perbedaan Efek Minuman Hangat vs Dingin Saat Haid
| Jenis Minuman | Efek pada Tubuh Saat Haid |
|---|---|
| Minuman Hangat | – Membantu melemaskan otot rahim yang tegang – Meningkatkan sirkulasi darah – Memberikan rasa nyaman dan menenangkan |
| Minuman Dingin | – Tidak membahayakan sistem reproduksi – Dapat dikonsumsi selama tidak menyebabkan perut kembung atau kram – Pada sebagian orang, dapat memperlambat pencernaan |
Edukasi Kesehatan Reproduksi Perlu Digencarkan
Maraknya mitos yang berkembang menjadi kepercayaan dalam masyarakat secara turun-temurun dinilai perlu diatasi dengan pemberian edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan kebersihan secara masif. Dinda menekankan bahwa upaya ini harus melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pemangku kepentingan terkait, sekolah, hingga keluarga.
Dinda menekankan akses terhadap informasi menjadi hal yang sangat penting dan dibutuhkan oleh perempuan, guna mengetahui kondisi dari tubuhnya masing-masing. “Perempuan harus berani bertanya dan mencari tahu informasi yang benar tentang kesehatan reproduksinya. Jangan hanya percaya pada mitos yang belum tentu kebenarannya,” tegasnya.
Fakta Ilmiah yang Perlu Dipahami
Beberapa fakta ilmiah tentang menstruasi yang sering disalahpahami:
- Nyeri haid (disminore) disebabkan oleh hormon prostaglandin, bukan karena pengaruh minuman dingin.
- Lancar tidaknya darah haid ditentukan oleh keseimbangan hormon, bukan oleh makanan atau minuman tertentu.
- Soda tidak memperlancar haid, justru kandungan gulanya dapat memperburuk peradangan.
- Aktivitas fisik ringan seperti berenang atau jalan kaki dapat membantu mengurangi nyeri haid.
Dengan pemahaman yang benar berbasis bukti ilmiah, perempuan tidak perlu lagi dibatasi oleh mitos-mitos yang tidak berdasar. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan diri, mendengarkan sinyal tubuh, dan tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami keluhan yang mengganggu selama menstruasi.
“Baca Juga : Jepang Kalahkan Indonesia Jadi Favorit Turis Australia:“




Leave a Reply