- thepoethouse – Jumlah korban kecelakaan lalu lintas di Thailand selama Festival Songkran meningkat menjadi 154 jiwa setelah empat hari perayaan. Data ini muncul seiring pengetatan pemeriksaan oleh pihak berwenang di zona bermain air, perjalanan Hari Keluarga, dan perjalanan pulang ke Bangkok.
Melansir The National Thailand, Rabu (15/4/2026), terdapat 755 kecelakaan dan 705 cedera di seluruh negeri antara 10 dan 13 April 2026, menurut laporan terbaru dari Pusat Operasi Keselamatan Jalan Raya Thailand (RSOC) pada Selasa, 14 April 2026.
Angka Kecelakaan per Hari
Jumlah pada 13 April saja menunjukkan angka yang memprihatinkan. Tercatat 237 kecelakaan, 224 cedera, dan 51 kematian dalam satu hari tersebut. Angka kematian pada hari keempat ini menjadi yang tertinggi selama periode pemantauan berlangsung.
Secara kumulatif selama empat hari pertama (10-13 April), jumlah kecelakaan tercatat 755 kasus. Angka ini memang turun hampir 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1.002 kasus. Namun, jumlah korban meninggal justru meningkat dari 144 orang pada tahun sebelumnya menjadi 154 orang tahun ini. Sementara itu, korban luka menurun dari 999 menjadi 705 orang.
Penyebab Utama Kecelakaan
RSOC mengungkapkan bahwa penyebab utama kecelakaan tetap didominasi oleh faktor perilaku berbahaya. Kecepatan berlebih (speeding) menjadi pemicu terbesar, mencapai 41,77 persen dari total kecelakaan. Disusul oleh mengemudi dalam keadaan mabuk (drink-driving) sebesar 27,43 persen.
Sepeda motor masih menjadi kendaraan yang paling sering terlibat kecelakaan, mencapai 70,93 persen dari total kejadian. Sebagian besar kecelakaan terjadi di jalan lurus (75,53 persen), terutama di jalan lokal di bawah administrasi tambon dan wilayah desa (36,29 persen).
Waktu dan Kelompok Usia Rawan Kecelakaan
Waktu paling rawan kecelakaan tercatat pada pukul 15.01 hingga 18.00, dengan kontribusi sebesar 20,25 persen dari total kasus. Dari sisi demografi, korban terbanyak berasal dari kelompok usia 20-29 tahun dan 30-39 tahun, yang masing-masing menyumbang 17,82 persen dari total korban.
Wilayah dengan Korban Tertinggi
Secara wilayah, Provinsi Lampang mencatat jumlah kecelakaan tertinggi dengan 33 kasus serta korban luka terbanyak sebanyak 34 orang. Sementara itu, Bangkok mencatat korban meninggal tertinggi dengan delapan orang. Sebanyak 22 provinsi lainnya dilaporkan tidak mencatatkan korban jiwa selama periode tersebut.
Pengetatan Pengawasan
Dengan tanggal 14 April diperingati sebagai Hari Keluarga, pihak berwenang memperketat pengawasan di zona bermain air dan tempat wisata. Langkah-langkah yang diterapkan antara lain penegakan hukum yang lebih ketat terhadap pengemudi mabuk, pembatasan penjualan alkohol untuk anak di bawah umur, serta pelarangan penggunaan pistol air bertekanan tinggi. Pemerintah Thailand juga menggelar kampanye keselamatan bertajuk “Drive Safely, Reduce Speed, Prevent Accidents” yang berlangsung pada 10-16 April 2026.
“Baca Juga : Fokus Arteta: Skuad Arsenal Bersemangat di Fase Krusial“
Korban Jiwa Kecelakaan Songkran Thailand Mencapai 154 Orang dalam Empat Hari
Jumlah korban kecelakaan lalu lintas di Thailand selama Festival Songkran meningkat menjadi 154 jiwa setelah empat hari perayaan. Data ini muncul seiring pengetatan pemeriksaan oleh pihak berwenang di zona bermain air, perjalanan Hari Keluarga, dan perjalanan pulang ke Bangkok.
Melansir The National Thailand, Rabu (15/4/2026), terdapat 755 kecelakaan dan 705 cedera di seluruh negeri antara 10 dan 13 April 2026. Laporan terbaru dari Pusat Operasi Keselamatan Jalan Raya Thailand (RSOC) dirilis pada Selasa, 14 April 2026.
Faktor Penyebab Kecelakaan yang Mengkhawatirkan
Otoritas setempat mengatakan bahwa faktor-faktor penyebab kecelakaan paling mematikan dalam satu hari pada Senin, 13 April 2026, tetap konsisten dan sangat mengkhawatirkan. Ngebut (speeding) menjadi penyebab utama kecelakaan dengan 41,77 persen. Diikuti oleh mengemudi dalam keadaan mabuk (drink-driving) dengan 27,43 persen.
Sepeda motor terlibat dalam 70,93 persen kecelakaan. Sebagian besar kecelakaan terjadi di jalan lurus (75,53 persen). Lokasi rawan lainnya adalah jalan-jalan lokal di daerah tambon dan desa (36,29 persen). Periode puncak kecelakaan adalah pukul 15.01 hingga 18.00. Waktu ini menyumbang 20,25 persen dari total kasus.
Kelompok Usia Paling Rentan
Orang berusia 20–29 tahun dan 30–39 tahun menyumbang persentase tertinggi cedera dan kematian. Masing-masing kelompok menyumbang 17,82 persen dari total korban. Data ini menunjukkan bahwa kelompok usia produktif menjadi yang paling rentan dalam kecelakaan selama festival.
Data Kecelakaan per Wilayah pada Senin, 13 April
Pada hari Senin, beberapa provinsi mencatat angka kecelakaan tertinggi. Chumphon dan Chiang Rai mencatat jumlah kecelakaan tertinggi. Masing-masing provinsi mencatat 12 kasus. Sementara itu, Chumphon juga memiliki jumlah cedera tertinggi, yaitu 13 orang.
Untuk jumlah kematian, Pathum Thani dan Loei mencatat angka tertinggi. Masing-masing provinsi mencatat empat korban jiwa pada hari tersebut.
Data Kumulatif Empat Hari (10-13 April)
Berdasarkan jumlah kumulatif empat hari, Lampang memiliki posisi terburuk. Provinsi ini mencatat jumlah kecelakaan dan cedera tertinggi. Sementara itu, Bangkok mencatat jumlah kematian tertinggi selama periode tersebut. Secara keseluruhan, angka kematian meningkat dibanding tahun lalu meskipun jumlah kecelakaan menurun.
Pengetatan Pengawasan oleh Pihak Berwenang
Dengan tanggal 14 April diperingati sebagai Hari Keluarga, pihak berwenang memperketat pengawasan di zona bermain air dan tempat wisata. Langkah-langkah yang diterapkan antara lain penegakan hukum yang lebih ketat terhadap pengemudi mabuk. Pembatasan penjualan alkohol untuk anak di bawah umur juga diperkuat. Pelarangan penggunaan pistol air bertekanan tinggi turut diberlakukan.
Pemerintah Thailand juga menggelar kampanye keselamatan bertajuk “Drive Safely, Reduce Speed, Prevent Accidents”. Kampanye ini berlangsung pada 10-16 April 2026. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati selama masa perjalanan pulang ke Bangkok.
“Baca Juga : WBC Tetapkan Nicolson vs Turner Perebutan Gelar Dunia“




Leave a Reply