thepoethouse.com -FIFA menegaskan komitmennya untuk menjadikan sepak bola sebagai alat perdamaian dan persatuan dunia, meskipun situasi geopolitik global semakin bergejolak. Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden FIFA Gianni Infantino dalam rapat Dewan FIFA yang diadakan secara daring pada Jumat (17/3). Rapat tersebut berlangsung dari markas besar FIFA di Zurich, Swiss.
Dalam kesempatan tersebut, Infantino menegaskan bahwa meskipun FIFA tidak dapat menyelesaikan konflik geopolitik secara langsung, pihaknya berkomitmen untuk menggunakan kekuatan sepak bola dalam mempromosikan perdamaian. “FIFA tidak bisa menyelesaikan konflik geopolitik, tetapi kami berkomitmen menggunakan kekuatan sepak bola dan Piala Dunia untuk membangun jembatan serta mempromosikan perdamaian,” ujar Infantino, seperti yang dilansir dari situs resmi FIFA.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang semakin meningkat, dengan berbagai konflik internasional yang mempengaruhi banyak negara. Namun, FIFA tetap percaya bahwa olahraga, khususnya sepak bola, memiliki kekuatan untuk menyatukan orang-orang di seluruh dunia.
Baca juga:“Fiorentina dan Crystal Palace Lolos ke Perempat Final Liga Conference”
Piala Dunia 2026 Berlangsung Sesuai Rencana Meski Ada Penolakan Iran
FIFA memastikan bahwa Piala Dunia 2026 akan tetap berlangsung sesuai jadwal dan rencana, meskipun muncul penolakan dari Iran terkait lokasi pertandingan. Sebelumnya, Iran menyatakan keberatannya untuk memainkan beberapa laga fase grup di Amerika Serikat dan meminta agar tiga pertandingan tersebut dipindahkan ke Meksiko. Namun, FIFA menegaskan bahwa permintaan tersebut tidak akan dipenuhi.
Dilansir dari Daily Mail, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa keputusan untuk mempertahankan jadwal dan lokasi pertandingan sudah final. “Piala Dunia 2026 akan berjalan sesuai rencana, dan semua pertandingan akan dilaksanakan di tiga negara yang menjadi tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko,” kata Infantino.
Iran mengajukan permintaan untuk memindahkan laga-laga tersebut setelah adanya ketegangan politik terkait hubungan antara negara mereka dan Amerika Serikat. Meskipun FIFA memahami keberatan Iran, mereka tetap teguh pada keputusan untuk memastikan bahwa turnamen yang diikuti oleh 48 negara tersebut dilaksanakan di seluruh wilayah yang telah disepakati.
Minta Pertandingan Piala Dunia 2026 Dipindah ke Meksiko
Iran menolak untuk bertanding di wilayah Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026 dan meminta agar seluruh pertandingan tim nasional mereka dialihkan ke Meksiko. Meskipun demikian, Iran menegaskan bahwa mereka tidak berniat untuk memboikot turnamen yang akan diadakan di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Permintaan ini muncul sebagai respons terhadap situasi geopolitik di Timur Tengah yang mempengaruhi hubungan Iran dengan AS.
Penolakan Iran dipicu oleh ketegangan yang semakin meningkat antara negara mereka dengan AS dan Israel. Iran menyatakan bahwa tim nasional mereka tidak merasa aman untuk bertanding di AS setelah serangan-serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap negara tersebut. Iran mengungkapkan bahwa situasi tersebut menimbulkan ketidakpastian dan ancaman terhadap keselamatan tim mereka jika harus berada di AS selama Piala Dunia 2026.
“FIFA memahami ketegangan ini, tetapi kami juga menegaskan bahwa Piala Dunia akan berlangsung di tiga negara yang telah disepakati,” ujar Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam rapat Dewan FIFA yang digelar daring. Meski demikian, Infantino menyatakan bahwa permintaan Iran untuk memindahkan lokasi pertandingan mereka tidak dapat dipenuhi karena sudah ada perencanaan dan kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Baca juga:“FIFA Jatuhkan Sanksi ke Israel Usai Aduan Palestina di Kongres”




Leave a Reply