thepoethouse.com -Atlet para angkat beban Indonesia, Hilman, sukses merebut medali emas pertama tim Indonesia di ASEAN Para Games 2025.
Kejuaraan berlangsung di Convention Hall, The Centre Point Hotel Korat, Nakhon Ratchasima, Thailand, Kamis siang.
Hilman, berusia 36 tahun, tampil di nomor 54kg putra klasifikasi BB.
Atlet debutan ini menunjukkan performa impresif di babak final.
Ia berhasil mencatat angkatan terbaik (best lift) 167 kg pada percobaan pertama.
Prestasi ini menandai medali emas pertama Indonesia dalam cabang para angkat beban di APG 2025.
Keberhasilan Hilman memberikan semangat tambahan bagi tim Indonesia di kompetisi internasional.
Pengalaman dan persiapan matang menjadi kunci keberhasilan debutan ini.
Angkat beban para powerlifting menuntut kombinasi kekuatan, teknik, dan fokus mental tinggi.
Hilman mampu mengeksekusi teknik angkatan secara tepat sehingga memenangkan kategori BB 54kg.
Kemenangan ini membuktikan bahwa atlet debutan tetap bisa bersaing di level internasional.
Baca juga:“Spalletti Sebut Juventus Pernah Kesulitan Saat Jamu Benfica”
Hilman Tunjukkan Performa Kuat di APG 2025 Meskipun Angkatan Kedua dan Ketiga Gagal
Atlet para angkat beban Indonesia, Hilman, tetap mempertahankan medali emas meski gagal pada angkatan kedua dan ketiga.
Debutan 36 tahun ini tampil di nomor 54kg putra klasifikasi BB di APG 2025, Thailand.
Pada percobaan kedua, Hilman mengangkat 174 kg.
Namun, angkatan tersebut dinyatakan tidak sah (no lift) oleh juri.
Ia kemudian menaikkan bobot menjadi 179 kg pada percobaan ketiga.
Sayangnya, hasil angkatan ketiga juga gagal sempurna dan kembali dinilai no lift.
Meski demikian, pesaing terkuat dari Vietnam, Binh An Nguyen, juga menghadapi kesulitan.
Nguyen hanya berhasil mengangkat 165 kg pada percobaan pertama.
Angkatan keduanya 173 kg dan ketiga 178 kg dinyatakan no lift oleh juri.
Tim Para Angkat Beban Indonesia Tambah Medali di APG 2025
Atlet para angkat beban Indonesia terus mencatat prestasi di ASEAN Para Games 2025.
Hingga Kamis pukul 13.10 WIB, tim Indonesia telah mengumpulkan dua emas dan dua perak.
Medali emas pertama diraih oleh Hilman di nomor 54kg putra klasifikasi BB.
Sementara medali perunggu nomor ini disabet wakil Vietnam, Ngoc Phung Huynh.
Ngoc Phung Huynh mencatat angkatan 135 kg, 143 kg (best lift), dan 152 kg (no lift).
Hari ini, tim Indonesia fokus pada final nomor 59kg putra klasifikasi BB.
M. Mabruk Arib Dzaky menjadi andalan Merah Putih untuk menambah pundi-pundi emas.
Pertandingan ini menjadi kesempatan terakhir tim para angkat beban Indonesia pada hari itu.
Prestasi Indonesia di cabang angkat beban menunjukkan kualitas dan persiapan matang atlet.
Kemenangan Hilman memotivasi rekan-rekannya untuk tampil maksimal di nomor berikutnya.
Strategi tim, teknik latihan, dan mental juara terbukti menjadi faktor kunci sukses.
Dengan koleksi medali saat ini, peluang Indonesia memperkuat posisi di klasemen medali APG 2025 meningkat.
Baca juga:“Janice Tjen Tersingkir di Babak Kedua Australian Open”




Leave a Reply