thepoethouse -Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah mendorong klub-klub bola basket untuk bertindak lebih. Klub, khususnya peserta liga, harus memperkuat kerja sama dengan sekolah. Langkah ini penting untuk menghidupkan atmosfer basket hingga ke daerah-daerah. “Dengan demikian, tentunya kita harapkan ke depan akan semakin banyak muncul bibit-bibit pebasket handal,” katanya di Medan, Sumatera Utara, Sabtu.
Menurut Junas, banyak keuntungan bisa didapat dari kerja sama ini. Klub tidak hanya mencari bakat, tetapi juga membangun ekosistem. Pertama, minat kalangan muda untuk menggemari bola basket akan bertambah. Sekolah menjadi pintu masuk utama untuk mengenalkan olahraga ini sejak dini. Kedua, kerja sama rutin seperti latihan bersama dan coaching clinic bisa digelar. Ketiga, masyarakat pun ikut terdampak positif.
Animo masyarakat untuk menyaksikan pertandingan IBL akan meningkat. Begitu pula dengan kompetisi bola basket lain pada umumnya. Ketika anak-anak sekolah terlibat aktif, orang tua dan warga sekitar turut hadir memberi dukungan. Suasana pertandingan menjadi lebih hidup dan meriah. Junas menambahkan bahwa IBL siap memfasilitasi klub yang serius menjalankan program ini. Liga bisa menyediakan pelatihan untuk guru olahraga atau hibah peralatan basket sederhana. Ke depan, sinergi klub-sekolah harus menjadi program wajib, bukan sekadar kegiatan musiman.
Baca juga:David Ingin Piala Dunia Ubah Sepak Bola Jadi Olahraga Nomor Satu di Kanada
Gaet Sekolah, Bikin Laga Kandang Hidup, Penonton Fanatik
Junas mencontohkan keberhasilan Rajawali Medan sebagai bukti nyata. Klub ini tergolong pendatang baru di IBL. Namun mereka sudah memiliki basis pendukung yang fanatik. Setiap laga kandang di GOR Unimed, Medan, selalu dipadati penonton signifikan. Jumlah ini terus meningkat dari musim ke musim.
Menurut Junas, kesuksesan itu adalah buah kerja keras manajemen Rajawali Medan. Kunci utamanya adalah merangkul sejumlah sekolah di sekitar Medan. Secara khusus, Junas memuji cara klub tersebut mengemas laga kandang. Pertandingan disulap menjadi sajian menghibur yang melibatkan sekolah dan sponsor. Tidak ada yang merasa asing atau sebagai penonton pasif.
“Dari semua itu, bagi saya, bagaimana kita bisa tumbuh sama-sama dengan klub. Apakah penontonya, prestasinya, maupun hiburannya,” katanya. Prinsip ini harus dipegang semua klub, tidak hanya Rajawali Medan.
“Saya melihat entertainment-nya sudah lebih hidup. Ada keterlibatan sekolah dan sponsor sebagai pengisi acara. Menurut saya ini prinsip yang harus sama-sama kita kembangkan,” ujar Junas menambahkan. Ia berharap contoh Rajawali Medan bisa ditiru klub IBL lainnya. Dengan pendekatan inklusif seperti ini, basket Indonesia tidak hanya berprestasi di lapangan. Tetapi juga berfungsi sebagai ruang rekreasi dan pendidikan karakter bagi generasi muda. Ke depan, IBL akan membuat program pendampingan khusus bagi klub yang ingin menerapkan strategi serupa.
Rajawali Medan Vs Satya Wacana Penuh Anak Muda, Momentum Basket Jangan Disia-siakan
Oleh karena itu, Junas menekankan pentingnya penyatuan visi. Visi tersebut adalah untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap bola basket. Apabila sebuah klub sudah bisa membangun dan mengelola ekosistem sendiri, dampaknya besar. Caranya bisa dengan menggandeng sekolah, sponsor, maupun pemerintah daerah. Langkah ini akan berdampak positif terhadap keberlangsungan tim itu sendiri.
“Kemarin saya menyaksikan Rajawali Medan melawan Satya Wacana Salatiga di GOR Unimed. Banyak anak-anak yang menyaksikan. Momentum ini harus bisa terus dipelihara,” katanya. Junas tidak ingin antusiasme ini bersifat musiman. Ia mendorong klub-klub lain untuk melakukan pendekatan serupa.
Mengajak anak-anak ke stadion bukan sekadar usaha mencari penonton. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan basket Indonesia. Ketika anak-anak tumbuh dengan mencintai klub lokal, mereka akan menjadi basis suporter setia. Bahkan tidak menutup kemungkinan, sebagian dari mereka kelak menjadi pemain profesional. IBL berkomitmen menjadikan musim 2026 sebagai titik balik. Liga akan memberikan penghargaan khusus bagi klub dengan program komunitas terbaik. Dengan begitu, ekosistem basket nasional akan semakin sehat dan berkelanjutan.




Leave a Reply