thepoethouse -Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat membuka peluang cabang olahraga sambo tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Peluang ini muncul melalui jalur cabang aspirasi yang diajukan tuan rumah. Langkah tersebut memberi ruang bagi cabang non-Olimpiade untuk tetap berkembang di tingkat nasional.
Wakil Ketua III Bidang Organisasi KONI Pusat, Purwadi, menyampaikan pernyataan ini dalam Musyawarah Nasional Persatuan Sambo Indonesia di Jakarta. Ia hadir mewakili Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman. Menurutnya, prioritas utama memang diberikan kepada cabang olahraga Olimpiade.
Namun, tuan rumah PON 2028 memiliki kewenangan tambahan. Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, bersama DKI Jakarta sebagai penyangga, dapat mengusulkan tiga cabang olahraga. Skema ini membuka kesempatan bagi sambo untuk kembali dipertandingkan.
Purwadi menegaskan bahwa peluang tersebut masih realistis. Ia menyebut mekanisme usulan cabang aspirasi menjadi jalur strategis bagi organisasi olahraga. Setiap cabang perlu menunjukkan kesiapan dan kontribusi terhadap prestasi nasional.
Baca juga:“Jadwal Super League Pekan 27: Bisakah Persija Bangkit dan Persib Jaga Tren?”
Persambi Manfaatkan PON Bela Diri 2026 untuk Perkuat Peluang Sambo di PON 2028
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mendorong Persatuan Sambo Indonesia memanfaatkan ajang PON Bela Diri 2026 sebagai momentum strategis. Ajang ini dapat memperkuat peluang sambo tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga eksistensi cabang olahraga sambo di tingkat nasional.
Wakil Ketua III Bidang Organisasi KONI Pusat, Purwadi, menilai PON Bela Diri 2026 di Sulawesi Utara menjadi panggung penting. Ia menyebut ajang yang berlangsung pada Juli mendatang itu dapat menunjukkan kualitas atlet sambo. Penampilan yang konsisten akan memperkuat posisi sambo dalam peta olahraga nasional.
Purwadi menegaskan bahwa rekam jejak sambo sudah cukup kuat. Cabang ini telah menggelar berbagai kejuaraan dari tingkat nasional hingga internasional. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk kembali masuk dalam ajang multicabang terbesar di Indonesia.
Ia juga menyoroti pentingnya strategi organisasi. Menurutnya, Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia perlu aktif membangun komunikasi. Pendekatan harus dilakukan kepada pemerintah daerah tuan rumah PON 2028.
Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, bersama DKI Jakarta, memiliki kewenangan mengusulkan cabang olahraga. Mereka dapat mengajukan tiga cabang aspirasi sesuai kebutuhan daerah. Peluang ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh Persambi.
Lobi Daerah Agar Sambo Masuk Usulan Cabang PON 2028
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mendorong Persatuan Sambo Indonesia untuk aktif melobi pemerintah daerah. Langkah ini bertujuan agar sambo masuk dalam usulan cabang olahraga pada PON 2028. Pendekatan tersebut dinilai krusial dalam proses seleksi cabang aspirasi tuan rumah.
Wakil Ketua III Bidang Organisasi KONI Pusat, Purwadi, menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan langsung untuk menetapkan cabang olahraga. Ia menyebut KONI hanya memberikan arahan strategis kepada induk organisasi olahraga. Oleh karena itu, peran aktif Persambi menjadi sangat penting.
Purwadi menjelaskan bahwa tuan rumah PON 2028 memiliki ruang untuk mengajukan cabang tambahan. Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, bersama DKI Jakarta, dapat mengusulkan tiga cabang olahraga. Skema ini memberi peluang bagi sambo untuk kembali dipertandingkan.
Ia menekankan pentingnya komunikasi yang terarah. Persambi perlu membangun hubungan dengan pemerintah daerah secara intensif. Upaya ini dapat meningkatkan peluang sambo masuk dalam daftar cabang aspirasi.
Selain itu, aspirasi terkait sambo juga akan disampaikan ke bidang prestasi KONI. Proses ini menjadi bagian dari mekanisme evaluasi cabang olahraga. Setiap usulan akan dinilai berdasarkan prestasi, pembinaan, dan kesiapan organisasi.
Sambo sendiri telah memiliki pengalaman dalam ajang nasional. Cabang ini pernah tampil pada PON 2024 di Aceh dan Sumatera Utara. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa sambo memiliki basis atlet dan kompetisi yang jelas.
Ke depan, peluang sambo untuk tampil di PON 2028 sangat bergantung pada strategi organisasi. Persambi perlu memanfaatkan momentum dan memperkuat dukungan daerah. Sinergi antara organisasi, pemerintah, dan KONI akan menjadi faktor penentu keberhasilan.
Baca juga:“Jojo ke Perempat Final BAC 2026 Usai Kalahkan Yudai Okimoto”




Leave a Reply