- thepoethouse – AC Milan menghadapi dilema besar terkait investasi mahal mereka pada musim panas lalu. Christopher Nkunku, yang didatangkan dengan ekspektasi tinggi, justru tampil jauh dari harapan. Didatangkan dari Chelsea dengan nilai transfer mencapai €37 juta (sekitar Rp 660 miliar) , Nkunku menjadi rekrutan termahal di Serie A musim ini. Status tersebut membawa tekanan besar yang sejauh ini belum mampu ia jawab di lapangan.
📉 Performa Mengecewakan Sepanjang Musim 2025/2026
Performa Nkunku sepanjang musim 2025/2026 tidak menunjukkan dampak signifikan bagi lini serang Rossoneri. Ia kesulitan menemukan konsistensi dalam sistem permainan yang diterapkan pelatih Massimiliano Allegri.
Secara statistik, kontribusinya sangat tidak memuaskan untuk ukuran pemain dengan banderol tertinggi di liga. Dari 31 penampilan di semua kompetisi, Nkunku hanya mampu mencetak enam gol, dengan rincian:
- 5 gol di Serie A
- 1 gol di Coppa Italia
Ia juga hanya mencatatkan 2 assist sepanjang musim. Produktivitas ini sangat rendah mengingat ia diharapkan menjadi motor serangan utama Milan.
🧠 Ketidaksesuaian Taktik dengan Allegri
Masalah utama Nkunku di Milan tidak hanya soal statistik, tetapi juga aspek taktik. Pelatih Massimiliano Allegri disebut menginginkan profil penyerang tengah klasik dengan kekuatan fisik yang lebih dominan (target man), seperti karakteristik Dusan Vlahovic atau Olivier Giroud.
Nkunku, yang lebih nyaman bermain sebagai second striker (penyerang lubang) atau attacking midfielder (gelandang serang), kesulitan beradaptasi dengan kebutuhan tersebut. Ia sering kalah duel fisik dengan bek tengah lawan dan tidak memiliki naluri “pemburu gol” di kotak penalti yang diinginkan Allegri.
Ketidaksesuaian ini membuat perannya di lini depan tidak optimal. Ia sering terlihat “tumpang tindih” dengan Rafael Leao atau Christian Pulisic yang juga suka bergerak bebas, mengakibatkan lini serang Milan kehilangan titik fokus.
💰 Sikap Manajemen: Terbuka untuk Melepas di Bursa Transfer
Situasi yang memprihatinkan ini membuat manajemen Milan mulai mengambil sikap realistis. Mereka kini membuka peluang untuk melepas sang pemain pada bursa transfer mendatang (musim panas 2026). Milan diperkirakan akan meminta banderol minimal €25-30 juta untuk mengurangi kerugian finansial, mengingat mereka membelinya seharga €37 juta hanya setahun lalu.
Klub-klub yang berminat untuk “membeli murah” Nkunku mulai muncul, termasuk kembali ke Chelsea (yang memiliki opsi pembelian kembali terbatas?) atau klub Ligue 1 seperti Paris Saint-Germain yang membutuhkan pemain sayap kreatif.
🔮 Kandidat Pengganti yang Dikaitkan dengan Milan
Milan sendiri sudah mulai bergerak mencari pengganti. Nama-nama yang masuk radar antara lain:
- Lorenzo Colombo (pemain pinjaman ke Monza) – penyerang muda Italia yang lebih cocok sebagai target man.
- Mika Biereth (Sturm Graz) – penyerang fisik asal Denmark yang sedang moncer di Liga Austria.
- Alvaro Morata (Atletico Madrid) – kemungkinan transfer yang lebih murah karena kontraknya hampir habis.
Dengan membuka peluang penjualan Nkunku, Milan berharap bisa mendapatkan dana segar untuk membenahi lini depan yang tumpul agar sesuai dengan filosofi Allegri.
“Baca Juga : Wapres dukung tim hoki Indonesia tembus level internasional“
AC Milan Siap Lepas Christopher Nkunku, Gagal Buktikan Harga €37 Juta
AC Milan menghadapi dilema besar terkait investasi mahal mereka pada musim panas lalu. Christopher Nkunku, yang didatangkan dengan ekspektasi tinggi, justru tampil jauh dari harapan. Didatangkan dari Chelsea dengan nilai transfer mencapai €37 juta, Nkunku menjadi rekrutan termahal di Serie A musim ini . Status tersebut membawa tekanan besar yang sejauh ini belum mampu ia jawab di lapangan.
Performa Nkunku sepanjang musim 2025/2026 tidak menunjukkan dampak signifikan bagi lini serang Rossoneri. Dari 31 penampilan di semua kompetisi, ia hanya mampu mencetak enam gol—lima di Serie A dan satu di Coppa Italia . Jumlah assistnya pun tak sampai tiga sepanjang musim.
Masalah utama Nkunku di Milan tidak hanya soal statistik, tetapi juga aspek taktik. Pelatih Massimiliano Allegri disebut menginginkan profil penyerang tengah klasik dengan kekuatan fisik yang lebih dominan . Allegri, yang kembali melatih Milan pada 2025 setelah sebelumnya menukangi klub pada 2010-2014, dikenal dengan filosofi permainan yang mengutamakan fisik dan disiplin .
Nkunku, yang lebih nyaman bermain sebagai second striker atau gelandang serang, kesulitan beradaptasi dengan kebutuhan tersebut. Seperti dilaporkan Tuttomercatoweb, Allegri tidak sepenuhnya puas dengan rekrutan ini karena menginginkan tipologi penyerang yang berbeda .
Data tersebut menjadi dasar kuat bagi manajemen untuk mengevaluasi ulang keputusan transfer ini. Milan kini bersiap mendengarkan tawaran yang masuk untuk mengurangi kerugian . Menurut laporan Tuttomercatoweb, minat terhadap Nkunku sebenarnya sudah muncul sejak bursa transfer Januari lalu .
Fenerbahce sempat melakukan pendekatan, sementara klub-klub Liga Pro Saudi diperkirakan akan ikut bersaing dalam waktu dekat . Fenerbahce sendiri baru saja memecat pelatih Domenico Tedesco akhir April 2026, yang bisa memengaruhi rencana transfer mereka ke depan .
Dengan situasi yang ada, masa depan Nkunku di San Siro tampak semakin tidak pasti. Jika tidak ada perubahan signifikan dalam sisa musim, transfer ini berpotensi dikenang sebagai salah satu kegagalan besar Milan dalam beberapa musim terakhir.
“Baca Juga : Vitamin Harian yang Perlu Dikonsumsi, Ungkap Pakar“




Leave a Reply