thepoethouse – Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Mohammed Taufiq Johari menyatakan tantangan ekonomi saat ini tidak akan mempengaruhi persiapan Malaysia sebagai tuan rumah SEA Games 2027. Konflik di Asia Barat juga dinilai tidak menjadi hambatan bagi penyelenggaraan ajang olahraga dua tahunan tersebut. Dalam wawancara khusus dengan BERNAMA di Kuala Lumpur, Senin (23/3), Johari menegaskan komitmen negaranya.
Johari menyatakan Malaysia menerapkan langkah-langkah penghematan biaya sebagai respons terhadap situasi global. Namun standar dan kualitas acara akan tetap terjamin. Prestise SEA Games sebagai ajang olahraga bergengsi di kawasan akan dipertahankan.
Malaysia mengambil langkah strategis dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada. Empat klaster utama SEA Games 2027 berada di Sarawak, Penang, Johor, dan Kuala Lumpur. Hampir semua tempat penyelenggaraan sudah memiliki fasilitas lengkap. Infrastruktur tersebut dinilai siap menjadi tuan rumah SEA Games 2027.
“Kami tidak akan menghabiskan uang untuk membangun fasilitas baru. Hampir semua tempat penyelenggaraan sudah memiliki fasilitas lengkap dan siap untuk menjadi tuan rumah SEA Games 2027,” kata Johari.
Prioritas utama Malaysia saat ini adalah peningkatan atau modernisasi fasilitas yang ada. Pendekatan ini dinilai lebih efisien dibandingkan membangun infrastruktur baru. Pembangunan baru akan memakan biaya besar dan waktu yang panjang. Dengan memaksimalkan fasilitas eksisting, penghematan anggaran dapat dilakukan secara signifikan.
SEA Games 2027 akan menjadi ajang olahraga besar yang diikuti negara-negara Asia Tenggara. Malaysia sebelumnya telah berpengalaman menjadi tuan rumah pada tahun 1965, 1971, 1977, 1989, 2001, dan 2017. Pengalaman panjang ini menjadi modal penting dalam penyelenggaraan mendatang.
Persiapan matang terus dilakukan meskipun ada tantangan ekonomi global. Pemerintah Malaysia berkomitmen untuk menyukseskan ajang ini. Dukungan dari berbagai pihak termasuk sektor swasta terus digalang. Semangat sportivitas dan persahabatan antarnegara Asia Tenggara menjadi fokus utama.
Masyarakat Malaysia menyambut positif persiapan SEA Games 2027. Antusiasme publik diharapkan dapat mendorong keberhasilan penyelenggaraan. Malaysia optimis dapat menjadi tuan rumah yang baik bagi kontingen dari 11 negara peserta.
“Baca Juga : Pengunjung IKN Capai 62.500 Orang di H+2 Idul Fitri“
Malaysia Optimis Gelar SEA Games 2027 di Tengah Tantangan Ekonomi
Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Mohammed Taufiq Johari menyatakan tantangan ekonomi saat ini tidak akan mempengaruhi persiapan Malaysia sebagai tuan rumah SEA Games 2027. Konflik di Asia Barat juga dinilai tidak menjadi hambatan bagi penyelenggaraan ajang olahraga dua tahunan tersebut. Dalam wawancara khusus dengan BERNAMA di Kuala Lumpur, Senin (23/3), Johari menegaskan komitmen negaranya.
Johari menyatakan Malaysia menerapkan langkah-langkah penghematan biaya sebagai respons terhadap situasi global. Namun standar dan kualitas acara akan tetap terjamin. Prestise SEA Games sebagai ajang olahraga bergengsi di kawasan akan dipertahankan.
Malaysia mengambil langkah strategis dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada. Empat klaster utama SEA Games 2027 berada di Sarawak, Penang, Johor, dan Kuala Lumpur. Sarawak menjadi lokasi upacara pembukaan dan venue untuk 17 cabang olahraga. Cabang-cabang tersebut meliputi akuatik, angkat besi, bola basket, boling, lawn bowls, e-sports, senam, golf, kriket, panahan, menembak, Muay Thai, petanque, squash, taekwondo, tenis, dan wushu.
Penang akan menyelenggarakan enam cabang olahraga. Cabang-cabang tersebut adalah sepak takraw, snooker dan biliar, judo, tinju, tenis meja, dan floorball. Klaster Negeri Johor hanya menyelenggarakan cabang olahraga sepak bola. Kuala Lumpur menjadi tempat upacara penutupan dan venue untuk 14 cabang olahraga. Cabang-cabang tersebut meliputi bulu tangkis, bersepeda, bola voli, bola jaring, berkuda, hoki, karate, anggar, seluncur es, atletik, pencak silat, layar (Langkawi), rugbi, dan ski air.
“Kami tidak akan menghabiskan uang untuk membangun fasilitas baru. Hampir semua tempat penyelenggaraan sudah memiliki fasilitas lengkap dan siap untuk menjadi tuan rumah SEA Games 2027,” kata Johari.
Johari meyakini Komite Penyelenggara SEA Games ke-34 (MASOC) akan memastikan acara berjalan lancar. “Saya yakin bahwa panitia bekerja dengan tekun, efisien, dan terorganisir untuk memastikan bahwa SEA Games kali ini akan berjalan lancar dan menjadi salah satu yang terbaik dibandingkan edisi-edisi sebelumnya,” ujarnya. SEA Games 2027 berlangsung pada 18–29 September di Malaysia.
Sebelumnya, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC) Raja Sapta Oktohari mengatakan Indonesia dan Malaysia sejalan dengan gagasan mengutamakan nomor-nomor Olimpiade pada SEA Games 2027. “Semangat (NOC Indonesia dan NOC Malaysia) sejauh ini sudah sama, bagaimana memaksimalkan fungsi SEA Games supaya lebih banyak nomor Olimpiade,” kata Oktohari.
Oktohari menyatakan telah berkomunikasi secara informal dengan NOC Malaysia mengenai gagasan tersebut. Gagasan ini disambut dengan semangat yang sama bahwa SEA Games mesti menjadi tolok ukur. Ajang ini menjadi batu loncatan menuju level lebih tinggi, seperti Asian Games dan Olimpiade.
Prioritas utama Malaysia saat ini adalah peningkatan atau modernisasi fasilitas yang ada. Pendekatan ini dinilai lebih efisien dibandingkan membangun infrastruktur baru. Pembangunan baru akan memakan biaya besar dan waktu yang panjang. Dengan memaksimalkan fasilitas eksisting, penghematan anggaran dapat dilakukan secara signifikan. Malaysia optimis dapat menjadi tuan rumah yang baik bagi kontingen dari 11 negara peserta.
“Baca Juga : Dubes Mesir Sampaikan Ucapan Idulfitri untuk Indonesia”




Leave a Reply