- thepoethouse – Situasi ini tidak lepas dari tekanan yang tengah dialami kubu Madrid. Presiden klub, Florentino Perez, bersama jajaran manajemen dikabarkan sedang mengevaluasi posisi pelatih menyusul performa tim yang menurun. Kegagalan di Liga Champions usai disingkirkan Bayern Munchen menjadi pukulan telak .
Kondisi tersebut diperparah dengan hasil kurang memuaskan di kompetisi domestik, di mana Madrid hanya mampu meraih satu poin dari dua laga terakhir melawan Mallorca dan Girona. Akibatnya, mereka kini tertinggal sembilan poin dari rival abadi, Barcelona, di puncak klasemen . Situasi ini membuat masa depan Arbeloa di kursi pelatih mulai dipertanyakan.
Kinerja Arbeloa di Bawah Tekanan
Sejak diangkat sebagai pelatih kepala pada Januari lalu, kontrak Arbeloa tidak disebutkan durasinya secara gamblang oleh klub, mengindikasikan tidak adanya jaminan jangka panjang . Dalam 21 pertandingan di La Liga, ia hanya meraih 13 kemenangan . Di laga perdananya, Madrid bahkan tersingkir dari Copa del Rey oleh tim divisi dua, Albacete .
Salah satu masalah terbesar yang gagal dipecahkan oleh Arbeloa maupun pendahulunya, Xabi Alonso, adalah bagaimana memadukan Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Jude Bellingham dalam satu tim tanpa kehilangan keseimbangan . Meskipun lini depan terlihat gemilang, lini belakang Madrid tetap kebobolan empat gol dalam laga krusial melawan Bayern .
Arbeloa sendiri menyatakan tidak mengkhawatirkan masa depannya dan akan memahami apapun keputusan klub. “Saya adalah pria yang mencintai klub ini. Jika saya terluka hari ini, itu bukan untuk diri saya sendiri, tapi untuk Real Madrid,” ujarnya setelah tersingkir dari Liga Champions .
Opsi Kepelatihan: Nama Besar Mulai Bermunculan
Dengan masa depan Arbeloa yang tidak pasti, sejumlah nama pelatih top mulai dikaitkan dengan kursi kepelatihan Los Blancos untuk musim depan. Menurut laporan media Portugal Record yang dikutip oleh outlet olahraga Eropa, nama Jose Mourinho masuk dalam radar manajemen .
Presiden Florentino Perez disebut-sebut berencana mengadakan pertemuan dengan Mourinho dalam waktu dekat untuk membahas kemungkinan kepulangan “The Special One” ke Santiago Bernabeu .
Meski demikian, jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada negosiasi resmi antara Real Madrid dan Jose Mourinho . Namun, Romano tidak menutup kemungkinan hal itu terjadi di masa depan.
Faktor yang Membuka Peluang Mourinho
Mourinho sendiri sebelumnya telah menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan kontrak di Benfica hingga 2027 dan menginginkan proyek jangka panjang di sana . Namun, rumor kepulangannya ke Madrid tetap bergulir kencang di media Portugal .
Beberapa faktor diyakini membuka peluang ini. Pertama, hubungan Mourinho dengan Perez tetap terjaga dengan baik sejak era kepelatihannya yang legendaris (2010-2013), di mana ia berhasil memecah dominasi Barcelona dengan meraih gelar La Liga rekor 100 poin .
Kedua, selain Mourinho, nama-nama besar lain seperti Zinedine Zidane (yang dikabarkan akan meninggalkan timnas Prancis setelah Piala Dunia 2026) dan Jurgen Klopp juga masuk dalam daftar pertimbangan manajemen . Namun, kepulangan Mourinho dinilai sebagai opsi yang paling realistis dan bisa memberikan ‘revolusi’ instan di ruang ganti .
El Clasico melawan Barcelona pada 10 Mei mendatang diprediksi akan menjadi titik krusial yang menentukan nasib Arbeloa . Jika hasilnya buruk, bukan tidak mungkin kursi kepelatihan Madrid akan segera berganti, dengan Mourinho sebagai kandidat terkuat.
“Baca Juga : Volkswagen Kenalkan SUV Listrik Jetta X untuk China“
Mourinho Terbuka untuk Reuni dengan Real Madrid di Tengah Tekanan pada Arbeloa dan Penolakan Klopp
Mourinho pun muncul sebagai salah satu nama teratas dalam daftar kandidat pengganti. Pelatih berusia 63 tahun itu dikabarkan terbuka untuk kembali ke Santiago Bernabeu. Hal ini menarik karena hubungannya dengan klub sempat memanas saat berpisah pada 2013. Namun kini, reuni dianggap mungkin terjadi.
Sebagai catatan, Mourinho pernah menangani Real Madrid dalam periode 2010 hingga 2013. Selama tiga musim tersebut, ia berhasil mempersembahkan gelar La Liga dan Copa del Rey. Ia membawa Madrid memecahkan dominasi Barcelona era Pep Guardiola. Gelar La Liga dengan raihan 100 poin dan 121 gol menjadi rekor klub. Ia akhirnya hengkang dan kembali ke Chelsea setelah berselisih dengan sejumlah pemain senior.
Meski saat ini masih terikat kontrak dengan Benfica, kemungkinan reuni dengan Madrid tetap terbuka. Benfica adalah klub tempat ia memulai karier kepelatihannya sebagai asisten pada 1990-an. Mourinho sendiri sebelumnya menyatakan komitmennya menyelesaikan kontrak hingga 2027. Namun, panggilan dari klub sebesar Madrid seringkali sulit ditolak.
Selain Mourinho, nama Jurgen Klopp juga sempat masuk dalam daftar kandidat. Namun, Klopp baru-baru ini membantah kabar yang mengaitkan dirinya dengan posisi tersebut. Ia masih beristirahat setelah meninggalkan Liverpool pada 2024. Klopp juga dikabarkan akan menangani timnas Prancis setelah Piala Dunia 2026. Dengan demikian, nama Mourinho menjadi opsi paling realistis bagi Madrid saat ini.
Presiden Florentino Perez dikabarkan akan mengadakan pertemuan dengan Mourinho dalam waktu dekat. Pertemuan ini akan membahas kemungkinan kepulangan “The Special One” ke Madrid. Faktor penentu lainnya adalah hasil El Clasico pada 10 Mei mendatang. Jika Madrid kembali dipermalukan Barcelona, tekanan pada Arbeloa akan semakin besar. Dalam skenario itu, Madrid kemungkinan akan bergerak cepat mendatangkan Mourinho. Dengan jam terbang dan karisma besar, Mourinho dinilai mampu membangkitkan kembali kejayaan Madrid. Namun ia juga harus belajar dari pengalaman pahit masa lalu untuk menghindari konflik internal.
“Baca Juga : Modus Penipuan CS Shopee Marak di Chat Aplikasi“




Leave a Reply