thepoethouse.com -Tunggal putri Indonesia, Mutiara Ayu Puspitasari, menyampaikan permohonan maaf setelah gagal menyumbangkan poin pada laga kedua Grup X Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026. Pertandingan digelar di Qingdao Conson Gymnasium, China, Kamis.
Mutiara turun sebagai tunggal putri kedua menghadapi Hina Akechi dari Jepang. Ia kalah dalam dua gim langsung dengan skor 2-21 dan 9-21. Kekalahan ini membuat Jepang kembali unggul atas Indonesia dengan skor 2-1.
“Tidak bisa berkomentar banyak, saya meminta maaf dengan rendah hati kepada seluruh pendukung dan tim,” ujar Mutiara usai pertandingan. Pernyataan ini menunjukkan rasa tanggung jawab atlet terhadap performanya dan dukungan tim.
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi bagi tim Indonesia dalam persiapan menghadapi laga berikutnya di BATC 2026. Pelatih tim menyebut bahwa fokus utama adalah menjaga semangat juang dan strategi pertandingan.
Mutiara sendiri mengaku akan berlatih lebih keras untuk memperbaiki performa. “Saya akan fokus meningkatkan teknik dan mental agar bisa memberikan kontribusi positif pada pertandingan selanjutnya,” katanya.
Kejuaraan Beregu Asia 2026 menjadi ajang penting untuk mengukur kekuatan tim putri Indonesia menghadapi rival-rival utama Asia. Mutiara dan tim berharap dapat bangkit pada laga berikutnya dan memperkuat posisi di klasemen grup.
Baca juga:“Indonesia Siap Gelar Asian Minifootball 2026, Drawing Digelar di Jakarta”
Mutiara Akui Kesulitan Hadapi Kecepatan Akechi Saat Lawan Jepang di BATC 2026
Tunggal putri Indonesia, Mutiara Ayu Puspitasari, mengakui kesulitan menghadapi kecepatan permainan Hina Akechi saat melawan Jepang pada laga kedua Grup X BATC 2026. Pertandingan berlangsung di Qingdao Conson Gymnasium, China, Kamis.
Mutiara tertinggal sejak awal gim pertama dan gagal keluar dari tekanan lawan. Hina Akechi menutup gim pertama dengan skor 21-2, sebelum kembali mendominasi gim kedua 21-9. Laga yang berlangsung selama 24 menit ini membuat Jepang unggul sementara atas Indonesia dengan skor 2-1.
“Permainan Hina Akechi sangat cepat. Dari awal saya sudah tertinggal sehingga cukup sulit keluar dari tekanan,” ujar Mutiara usai pertandingan. Pernyataan ini menunjukkan evaluasi pribadi Mutiara terhadap performanya dan lawan.
Selama pertandingan, Mutiara hanya mampu meraih poin setelah skor menunjukkan jarak yang lebar. Tekanan konstan dari Akechi membuat Mutiara kesulitan mengembangkan strategi permainan yang efektif.
Meski kalah, Mutiara menegaskan komitmennya untuk memperbaiki performa. Ia berencana meningkatkan kecepatan reaksi, ketahanan mental, dan strategi agar dapat memberikan kontribusi maksimal pada laga berikutnya.
Pelatih tim Indonesia menilai kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting. Fokus utama kini adalah membangun semangat juang dan strategi untuk menghadapi sisa pertandingan BATC 2026.
Indonesia Andalkan Ganda Putri Amallia/Siti Fadia Hadapi Jepang di BATC 2026
Tim Indonesia tetap optimistis memperbaiki posisi saat menghadapi Jepang di laga kedua Grup X Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026 di Qingdao, China. Setelah tunggal putri kedua, Mutiara Ayu Puspitasari, gagal menyumbang poin, fokus kini beralih ke pasangan ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Sebelumnya, Indonesia sempat menyamakan kedudukan melalui kemenangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum atas Arisa Igarashi/Chiharu Shida dengan skor ketat 21-12, 18-21, 23-21. Tunggal putri pertama, Thalita Ramadhani Wiryawan, kalah dari Riko Gunji 14-21, 16-21, sehingga skor sementara tetap menguntungkan Jepang 2-1.
Amallia/Siti Fadia akan menjadi penentu harapan Indonesia agar laga selanjutnya bisa berlanjut ke partai terakhir. Jika berhasil menang, laga penentu akan mempertemukan Ni Kadek Dhinda Ayu Pratiwi menghadapi Yuzono Watanabe untuk menutup pertandingan grup.
Pelatih tim Indonesia menekankan pentingnya strategi agresif dan komunikasi efektif dalam menghadapi pasangan ganda Jepang yang terkenal solid. Evaluasi hasil laga sebelumnya digunakan untuk menyesuaikan pola permainan ganda putri.
Kemenangan Amallia/Siti Fadia tidak hanya menjaga peluang Indonesia di klasemen, tetapi juga meningkatkan moral tim menjelang laga penentuan. Tim berharap dukungan suporter bisa menambah semangat bertanding.
Baca juga:“Iran Melaju ke Final Piala Asia Futsal Usai Comeback 4-2 atas Irak”




Leave a Reply