thepoethouse -Atlet para-powerlifting Ni Nengah Widiasih memulai usaha kuliner di Bali setelah menerima bonus dari pemerintah. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan masa depan di luar dunia olahraga. Ia memanfaatkan dukungan tersebut untuk membangun usaha mandiri.
Ni Nengah resmi membuka rumah makan Babi Guling Balah Men Bingin. Lokasi usaha berada di kawasan Kesiman, Denpasar. Pembukaan dilakukan pada Selasa, 17 Februari 2026. Informasi ini disampaikan melalui rilis resmi Humas Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa usaha kuliner ini berangkat dari latar belakang keluarga. Keluarganya memiliki keahlian memasak makanan khas Bali. Ayahnya dikenal mahir mengolah babi guling dan masakan tradisional lainnya. Faktor keluarga ini menjadi dasar pengembangan usaha kuliner tersebut.
Ni Nengah juga menilai perhatian pemerintah terhadap atlet semakin meningkat. Ia menyebut dukungan berupa bonus memberikan dampak nyata. Dukungan tersebut membantu dirinya membangun usaha di kampung halaman. Ia melihat kebijakan ini membuka peluang kemandirian bagi atlet.
Menurut Ni Nengah, usaha ini tidak hanya berfokus pada bisnis. Ia juga ingin menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Selain itu, usaha ini menjadi cara menjaga produktivitas keluarga. Ia melibatkan keluarga dalam pengelolaan usaha kuliner tersebut.
Dalam keterangannya, ia menyampaikan alasan memilih usaha ini. Ia mengatakan keluarga memiliki kemampuan memasak yang sudah turun-temurun. Ia juga ingin memberi kesibukan bagi ayahnya setelah kehilangan istri. Hal ini menjadi motivasi emosional dalam menjalankan usaha.
Ni Nengah merupakan peraih dua medali Paralimpiade. Ia dikenal sebagai atlet berprestasi di cabang para-powerlifting. Kini ia memperluas kiprah dari dunia olahraga ke sektor usaha. Langkah ini menunjukkan transisi karier atlet menuju kemandirian ekonomi.
Baca juga:“RRQ Kazu Fokus Benahi Kesalahan Kecil Jelang FFWS SEA 2026 Spring”
Temukan Lokasi Usaha Kuliner Setelah Pencarian Panjang
Atlet para-powerlifting Ni Nengah Widiasih akhirnya menemukan lokasi usaha kuliner setelah proses pencarian panjang. Keputusan ini menjadi titik penting dalam perjalanan bisnis barunya. Usaha tersebut telah lama direncanakan sejak beberapa tahun sebelumnya.
Ni Nengah mulai mencari lokasi usaha secara serius sejak akhir 2024. Ia beberapa kali menilai lokasi yang tersedia belum sesuai kebutuhan. Proses pencarian berlangsung cukup lama dan penuh pertimbangan. Pada akhir 2025, ia akhirnya menemukan lokasi yang dianggap tepat setelah sempat menghentikan pencarian.
Lokasi usaha tersebut menjadi awal realisasi impian lamanya. Ia membuka usaha kuliner bersama sang kakak. Kolaborasi ini menjadi bisnis pertama yang ia jalankan di sektor makanan. Pengalaman ini berbeda dengan bidang yang sebelumnya ia tekuni.
Sebelumnya, Ni Nengah lebih familiar dengan dunia olahraga dan investasi properti. Namun ia menyadari industri kuliner memiliki tantangan berbeda. Proses pengelolaan rumah makan membutuhkan banyak keterlibatan tenaga dan koordinasi. Hal ini menjadi pengalaman baru baginya.
Ia mengakui proses menjalankan usaha tidak sesederhana yang dibayangkan. Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa setiap hidangan melibatkan banyak proses. Banyak pihak ikut berperan dalam operasional harian rumah makan. Pengalaman ini memberinya pemahaman baru tentang dunia usaha.
“Ni Nengah Widiasih” menyampaikan bahwa ia baru memahami kompleksitas bisnis kuliner setelah terjun langsung. Ia menilai setiap tahap membutuhkan perhatian dan kerja sama tim. Pengalaman ini memperkuat pandangannya tentang pentingnya manajemen usaha yang baik.
Siapkan Usaha Kuliner sebagai Rencana Pensiun Atlet
Atlet para-powerlifting Ni Nengah Widiasih menyiapkan usaha kuliner sebagai bagian dari rencana masa depan. Langkah ini ia ambil karena menyadari karier atlet memiliki batas waktu. Pengalaman panjang di ajang internasional menjadi dasar keputusannya.
Ni Nengah mencatat sejumlah prestasi internasional sepanjang kariernya. Ia meraih medali perunggu Paralimpiade Rio 2016. Ia kemudian memperoleh medali perak di Paralimpiade Tokyo 2020. Pada Paralimpiade Paris 2024, ia finis di posisi kelima. Pengalaman ini memperkuat kesadaran akan pentingnya persiapan pasca-karier.
Ia menegaskan bahwa atlet tidak dapat berkarier selamanya. Menurutnya, perencanaan masa pensiun harus dilakukan sejak dini. Usaha kuliner menjadi salah satu langkah konkret untuk masa depan. Ia juga ingin menciptakan lapangan pekerjaan melalui usahanya.
“Ni Nengah Widiasih” menyampaikan bahwa ia tidak ingin sukses sendirian. Ia menilai rezeki yang diterima harus memberi manfaat bagi orang lain. Bahkan satu atau dua karyawan sudah dianggap berdampak besar. Prinsip ini menjadi dasar dalam menjalankan usahanya.
Nama rumah makan Men Bingin memiliki makna emosional. Nama tersebut diambil dari nama belakang mendiang ibunya. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan kenangan keluarga. Nilai keluarga menjadi bagian penting dalam identitas usaha tersebut.
Dalam operasionalnya, seluruh masakan diracik langsung oleh ayahnya. Ia menyebut sang ayah memasak dengan penuh cinta. Proses memasak dilakukan seperti untuk keluarga sendiri. Hal ini menjadi ciri khas utama rumah makan tersebut.
Ni Nengah juga melihat usaha ini sebagai bagian dari transisi hidup. Ia mulai mempersiapkan diri dari dunia olahraga menuju dunia usaha. Pengalaman ini memperluas perannya di luar arena kompetisi.
Baca juga:“Persijap Jepara Kalahkan PSBS Biak 2-0 di BRI Super League”




Leave a Reply