thepoethouse.com -Mantan juara dunia kelas berat Oleksandr Usyk menargetkan kembalinya ke ring pada Maret 2026.
Pengumuman ini disampaikan di tengah persaingan yang memanas di divisi kelas berat dunia.
Usyk menyatakan rencananya melalui wawancara dengan SecondsOut yang dikutip di Jakarta, Rabu.
“Mungkin Maret (2026), (saya) kembali ke ring,” ujarnya.
Divisi kelas berat dunia saat ini menjadi sorotan global.
Sejak Januari 2026, berita utama tinju diwarnai oleh kembalinya Tyson Fury.
Selain itu, Fabio Wardley dinobatkan sebagai juara dunia World Boxing Organization (WBO).
Kabar tragis menimpa mantan juara dunia Anthony Joshua, menambah dinamika di kelas berat.
Rangkaian peristiwa ini membuat persaingan juara kelas berat semakin sengit.
Setiap petinju kini berusaha menunjukkan dominasi di atas ring.
Usyk terakhir bertanding pada Juli 2025 melawan Daniel Dubois di Stadion Wembley, London.
Dalam laga ulang itu, Usyk menang dominan melalui knockout pada ronde kelima.
Kemenangan tersebut memperkuat posisi Usyk sebagai salah satu petinju kelas berat teratas.
Ia dikenal dengan teknik bertahan solid, pukulan akurat, dan kemampuan strategis di ring.
Kembalinya Usyk diprediksi akan menambah tensi persaingan divisi kelas berat global.
Pertarungan potensial melawan juara baru atau rival lama kini menjadi sorotan penggemar tinju.
Baca juga:“Indonesia Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Asia 2031”
Oleksandr Usyk Tegaskan Kesiapan Kembali Bersaing di Divisi Kelas Berat
Kemenangan atas Daniel Dubois menjadi kemenangan profesional ke-24 bagi Oleksandr Usyk.
Hasil ini menegaskan dominasinya di divisi kelas berat dunia.
Usyk saat itu memegang sabuk juara WBA, WBC, IBF, dan WBO.
Penguasaan empat sabuk utama menempatkannya sebagai salah satu petinju top dunia.
Setelah pertarungan, petinju berusia 39 tahun itu memutuskan beristirahat sejenak.
Keputusan ini bertujuan memulihkan kondisi fisik dan menjaga performa jangka panjang.
Akibatnya, Usyk melepaskan sabuk juara WBO karena tidak siap menghadapi laga wajib.
Sabuk WBO kemudian jatuh ke tangan juara interim, Fabio Wardley.
Meski melepaskan sabuk, Usyk menegaskan dirinya belum menutup kemungkinan kembali bertarung.
Ia menyatakan tetap membuka peluang bersaing di level tertinggi kelas berat dunia.
Hingga kini, lawan berikutnya belum ditetapkan secara resmi.
Namun, Usyk terbuka untuk menjalani laga trilogi melawan Tyson Fury.
Sebelumnya, Usyk telah mengalahkan Tyson Fury dua kali, memperkuat peluang trilogi yang menarik.
Pertandingan ini diprediksi menjadi sorotan global dan menambah sejarah rivalitas kelas berat.
Oleksandr Usyk Ingin Hadapi Deontay Wilder untuk Lengkapi Prestasi Kelas Berat
Oleksandr Usyk disebut ingin menghadapi Deontay Wilder di Amerika Serikat untuk menambah daftar lawannya.
Petinju Ukraina berharap laga tersebut memperkuat klaimnya sebagai pengalah tiga petinju kelas berat terbaik eranya.
Sebelumnya, Usyk telah mengalahkan Anthony Joshua dan Tyson Fury masing-masing dua kali.
Ia juga menghentikan Daniel Dubois dua kali melalui knockout, menegaskan dominasinya di ring.
Rencana pertarungan melawan Wilder belum terwujud setelah diumumkannya laga antara Derek Chisora dan Wilder pekan lalu.
Usyk sempat dikabarkan kecewa karena peluang pertarungan yang diharapkannya tertunda.
Meski begitu, Usyk memberikan penilaian positif terhadap pertandingan Chisora dan Wilder.
Ia menekankan profesionalisme dan kualitas pertarungan yang menunjukkan daya saing tinggi di kelas berat.
Tujuan menghadapi Wilder adalah melengkapi prestasi karier Usyk di level dunia.
Kemenangan melawan Wilder akan menegaskan bahwa Usyk mampu menaklukkan tiga petinju top sezamannya.
Usyk tetap fokus mempersiapkan diri untuk comeback Maret 2026.
Petinju berusia 39 tahun itu menekankan kesiapan fisik, strategi matang, dan pemilihan lawan yang tepat.
Penggemar dan analis tinju menyoroti kemungkinan Usyk menghadapi Wilder atau juara baru.
Laga ini diprediksi akan menjadi salah satu duel paling dinantikan di divisi kelas berat.
Dengan target jelas, Usyk berkomitmen menjaga reputasi sebagai petinju kelas berat papan atas dunia.
Rencana menghadapi Wilder menunjukkan ambisinya mempertahankan posisi dominan sekaligus memperluas warisan tinju profesionalnya.
Baca juga:“Vahid Shamsaee Ungkap Kunci Dominasi Iran di Futsal Asia”




Leave a Reply