thepoethouse.com-Pencak silat kini berada di persimpangan penting dalam upayanya meraih pengakuan resmi dari Komite Olimpiade Internasional (IOC). Olahraga tradisional Indonesia ini memiliki potensi besar untuk mendunia, namun sejumlah pekerjaan rumah (PR) harus segera diselesaikan agar bisa menempati posisi strategis dalam ekosistem olahraga global.
Stephan Fox, Presiden Alliance of Independent Recognised Members of Sport (AIMS), menegaskan bahwa pencak silat harus bergerak cepat. Menurutnya, peluang internasional tidak akan menunggu lama. “Pencak silat memiliki potensi yang luar biasa, tetapi juga banyak PR besar yang harus segera diselesaikan. Waktu terus berjalan dan akan sangat disayangkan jika peluang ini tidak dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Fox dalam keterangan resmi Komite Olimpiade Indonesia (KOI) pada Sabtu.
Beberapa tantangan utama yang dihadapi pencak silat meliputi standarisasi aturan kompetisi, peningkatan kualitas pelatih dan atlet, serta pengembangan program internasional yang lebih terstruktur. Fox menekankan bahwa pengakuan IOC menuntut disiplin organisasi dan kepastian regulasi. Olahraga yang sudah dipertandingkan di SEA Games dan Asian Games ini harus menunjukkan konsistensi dalam regulasi, keamanan atlet, dan transparansi manajemen.
Baca juga:“Onic kalahkan Evil untuk perpanjang napas menuju Knockout M7 MLBB”
Pencak Silat Perkuat Tata Kelola untuk Raih Pengakuan Global
Menurut Fox, pengakuan resmi dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) menuntut langkah konkret dalam beberapa bidang. Standarisasi aturan pertandingan, pelatihan pelatih dan atlet, serta transparansi manajemen menjadi prasyarat utama. Tanpa kepastian regulasi, pencak silat sulit bersaing dengan olahraga lain di kancah global.
Pencak silat saat ini telah dipraktikkan di lebih dari 60 negara melalui Federasi Pencak Silat Internasional (PERSILAT). Namun, belum semua negara memiliki federasi yang diakui secara resmi, sehingga koordinasi global menjadi tantangan. Menurut data KOI, penyusunan standar internasional dan peningkatan kompetisi internasional menjadi prioritas untuk memperkuat posisi olahraga ini.
Fox menambahkan bahwa kehadiran pencak silat dalam agenda World Combat Games 2027 menjadi salah satu tahapan strategis menuju pengakuan global. Event ini akan menjadi kesempatan untuk menunjukkan konsistensi standar kompetisi, kualitas atlet, dan profesionalisme organisasi. “World Combat Games 2027 akan menjadi panggung penting bagi pencak silat, sekaligus tolok ukur kesiapan internasional,” ujarnya.
Langkah konkret lain yang direncanakan termasuk pelatihan pelatih dan atlet secara internasional, standarisasi peraturan pertandingan, serta program pertukaran dengan negara anggota PERSILAT. Strategi ini bertujuan meningkatkan kualitas olahraga sekaligus mempercepat proses pengakuan resmi IOC.
Pencak silat memiliki keunggulan unik sebagai olahraga yang memadukan seni, budaya, dan teknik pertahanan diri. Dengan dukungan manajemen profesional dan kepatuhan terhadap standar internasional, olahraga ini berpotensi menjadi salah satu cabang yang kompetitif di kancah dunia. Keberhasilan pencak silat di tingkat internasional akan menjadi bukti nyata kolaborasi antara budaya, olahraga, dan tata kelola yang profesional.
Pencak Silat Harus Penuhi Standar Internasional untuk Raih Pengakuan Global
Pencak silat tengah berupaya memperkuat posisi sebagai olahraga internasional yang diakui secara resmi. Selain potensi budaya dan kompetitif, olahraga ini menghadapi sejumlah persyaratan organisasi global. Kepatuhan pada standar internasional menjadi kunci agar pencak silat dapat menembus panggung dunia.
Stephan Fox, Presiden Alliance of Independent Recognised Members of Sport (AIMS) sekaligus praktisi seni bela diri, menekankan pentingnya tata kelola profesional. Menurutnya, pencak silat harus mematuhi aturan Badan Anti-Doping Dunia (WADA), memiliki keanggotaan aktif di AIMS, dan terintegrasi dengan federasi bela diri internasional lainnya. “Kepatuhan terhadap standar global dan integrasi dengan komunitas olahraga internasional menjadi fondasi bagi pencak silat,” ujarnya.
Fox juga menyoroti pencapaian pencak silat di ajang internasional, seperti Islamic Solidarity Games dan Asian Youth Games. Namun, ia menekankan bahwa prestasi tersebut harus diikuti oleh konsistensi kehadiran di level global. Kehadiran berkelanjutan dalam kompetisi internasional akan memperkuat reputasi dan peluang pengakuan resmi dari Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Baca juga:“Pertamina Enduro menangkan duel sengit lawan Livin’ Mandiri”




Leave a Reply