thepoethouse.com -Tim basket Rajawali Medan kembali menelan kekalahan ketiga berturut-turut di IBL 2026.
Kali ini, mereka menyerah kepada Pelita Jaya Jakarta dengan skor 66-88.
Pertandingan digelar di GOR Universitas Negeri Medan (Unimed), Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu malam.
Rajawali mencoba menguasai permainan sejak kuarter pertama.
Tuan rumah menurunkan Antonio Kurtis Hester, James Majok, Likeme Victor Conrad, Wimbardi, dan Yeremia.
Mereka mengandalkan permainan cepat untuk menekan pertahanan tamu.
Namun, Pelita Jaya memasang target poin tinggi sejak awal lawatan ke Medan.
Strategi agresif ini membuat Rajawali kesulitan menahan serangan lawan.
Pelita Jaya berhasil mendominasi setiap kuarter.
Tuan rumah sempat memberikan perlawanan, tetapi tak mampu menutup selisih poin.
Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Rajawali Medan di kandang sendiri.
Tim kini menghadapi tekanan untuk memperbaiki performa di pertandingan berikutnya.
Analis menilai masalah utama Rajawali terletak pada konsistensi pertahanan.
Pola serangan cepat belum cukup menahan agresivitas tim lawan.
Baca juga:“Ekspektasi Fans Terhadap Manchester United Meningkat”
Rajawali Medan dan Pelita Jaya Bersaing Ketat di Tiga Kuarter Awal
Pertandingan IBL 2026 antara Rajawali Medan dan Pelita Jaya berlangsung ketat sejak kuarter pertama.
Kejar-mengejar poin membuat permainan berjalan intens dan menegangkan.
Pelita Jaya menurunkan Withey, Andakara Dhyaksa, Amirie Archibald, Darious Lee Moten, dan Agassi Goantara.
Kuarter pertama berakhir dengan Pelita Jaya unggul tipis 17-16 atas tuan rumah.
Pada kuarter kedua, dukungan penuh penonton GOR Unimed mendorong semangat Rajawali Medan.
Tim mencoba melepaskan tekanan dengan permainan agresif dan cepat.
Namun, Pelita Jaya tetap fokus dan mulai mendominasi.
Mereka menutup kuarter kedua dengan skor 41-36, unggul lima poin dari Rajawali.
Memasuki kuarter ketiga, Rajawali Medan meningkatkan intensitas permainan.
Tuan rumah sempat memimpin sementara dengan skor 42-41 sebelum Pelita Jaya kembali unggul.
Pelita Jaya memanfaatkan momen untuk mendulang poin lebih banyak.
Pada pertengahan kuarter ketiga, skor menunjukkan 48-42 untuk keunggulan tim tamu.
Analis menyebut kuarter ini sebagai titik kritis pertandingan.
Perubahan strategi cepat menjadi penentu momentum bagi kedua tim.
Rajawali Medan menunjukkan semangat juang tinggi meski tertinggal.
Upaya mengejar ketertinggalan mengandalkan serangan cepat dan rebound agresif.
Pelita Jaya tetap stabil dan mengontrol ritme permainan.
Konsistensi ini menegaskan mereka sebagai tim yang disiplin di lapangan.
Pelita Jaya Kuasai Kuarter Akhir, Rajawali Medan Kalah Ketiga Beruntun
Pelita Jaya Jakarta menutup laga dengan dominasi di kuarter keempat, mengalahkan Rajawali Medan 86-66.
Kemenangan ini menandai kekalahan beruntun ketiga Rajawali di kandang sendiri.
Pada awal kuarter keempat, Pelita Jaya tampil lebih tenang dan mampu meredam serangan tuan rumah.
Tim tamu langsung memperlebar jarak poin, memimpin 70-51 hanya dua menit memasuki kuarter.
Rajawali Medan berusaha keras mengejar ketertinggalan.
Tuan rumah sempat memperkecil selisih menjadi 60-74 di pertengahan kuarter keempat.
Pelita Jaya, yang unggul cukup jauh, memilih bermain aman dan santai.
Tembakan tiga angka menjadi senjata utama mereka di sisa waktu pertandingan.
Strategi ini efektif menjaga keunggulan hingga peluit akhir.
Tim tamu menutup laga dengan skor 86-66, meninggalkan Rajawali Medan dalam tekanan.
Sebelumnya, Rajawali juga kalah dari Satria Muda Pertamina dan Bogor Hornbills.
Kekalahan beruntun ini menempatkan tim di posisi sulit pada klasemen IBL 2026.
Baca juga:“Tyson Fury Siap Kembali Adu Tanding Lawan Makhmudov April Ini”




Leave a Reply