thepoethouse -Aryna Sabalenka dan Coco Gauff berhasil melaju ke babak ketiga Italian Open 2026.
Keduanya tampil solid dalam pertandingan putaran kedua di Roma.
Hasil tersebut memperkuat posisi mereka sebagai unggulan utama turnamen.
Sabalenka datang ke Roma setelah hasil mengejutkan di Madrid Open.
Ia sebelumnya tersingkir dari Hailey Baptiste dalam pertandingan yang tidak terduga.
Kekalahan itu membuat Sabalenka berupaya segera kembali menemukan performa terbaiknya.
Petenis Belarus tersebut berhasil menjawab tantangan dengan kemenangan meyakinkan.
Sabalenka mengalahkan Barbora Krejcikova dengan skor 6-2, 6-3.
Pertandingan berlangsung selama satu jam 24 menit di lapangan Roma.
“Saya sangat senang bisa lolos,” ujar Sabalenka seusai pertandingan.
Ia mengaku puas dengan level permainan yang ditampilkan sepanjang laga.
Menurutnya, kemenangan itu penting untuk mengembalikan kepercayaan diri.
Sebagai unggulan pertama, Sabalenka menjadi salah satu favorit juara di Roma.
Ia terus menunjukkan konsistensi pada turnamen level WTA sepanjang musim 2026.
Performa di lapangan tanah liat juga menjadi perhatian menjelang Grand Slam berikutnya.
Sementara itu, Coco Gauff juga memastikan tempat di babak ketiga.
Unggulan ketiga asal Amerika Serikat tersebut tampil stabil pada pertandingan pembuka.
Gauff terus menjaga momentum positif di musim kompetisi tahun ini.
Italian Open menjadi salah satu turnamen penting sebelum Roland Garros.
Banyak petenis top dunia menggunakan Roma sebagai ajang pematangan strategi.
Kondisi lapangan tanah liat membuat turnamen ini sangat kompetitif.
Baca juga:”PBSI Janji Benahi Pembinaan Atlet usai Hasil Buruk di Piala Thomas”
DOMINASI ATAS KREJCIKOVA DI ROMA
Aryna Sabalenka tampil dominan saat menyingkirkan Barbora Krejcikova pada putaran kedua Italian Open 2026.
Kemenangan itu membawa Sabalenka melaju ke babak ketiga turnamen di Roma.
Ia juga memperpanjang rekor pertemuan atas Krejcikova menjadi 7-1.
Pertandingan sempat berjalan ketat pada awal set pertama.
Krejcikova berhasil mencuri break lebih dulu untuk membuka keunggulan pertandingan.
Namun, Sabalenka segera merespons dengan permainan agresif dan konsisten.
Unggulan pertama asal Belarus itu langsung menemukan ritme permainannya.
Ia membalas break dan menyamakan skor menjadi 1-1 pada set pertama.
Setelah kedudukan 2-2, Sabalenka mendominasi jalannya pertandingan.
Sabalenka memenangi empat gim beruntun untuk merebut set pertama.
Ia menutup set pembuka hanya dalam waktu 37 menit.
Dominasi servis dan pukulan dasar menjadi kunci kemenangan tersebut.
“Dia pemain hebat. Kami telah menjalani banyak pertandingan sulit,” kata Sabalenka seusai laga.
Ia juga menyebut Krejcikova sebagai petarung sejati di lapangan.
Sabalenka mengaku senang melihat lawannya kembali tampil di Roma.
Krejcikova bermain di Italian Open untuk pertama kalinya sejak 2023.
Juara Grand Slam dua kali itu berusaha kembali menemukan performa terbaiknya.
Namun, tekanan konsisten Sabalenka membuatnya kesulitan mengembangkan permainan.
Sabalenka datang ke Roma dengan motivasi besar setelah hasil kurang maksimal di Madrid.
Ia sebelumnya mengalami kekalahan mengejutkan dari Hailey Baptiste.
Kemenangan di Roma menjadi sinyal kebangkitan bagi petenis nomor atas dunia itu.
Italian Open menjadi turnamen penting menjelang Roland Garros.
Lapangan tanah liat di Roma sering menjadi tolok ukur performa petenis elite dunia.
Karena itu, kemenangan meyakinkan Sabalenka mendapat perhatian besar.
GAUFF TAKLUKKAN VALENTOVA UNTUK LOLOS KE BABAK KETIGA ROMA
Coco Gauff membuka langkahnya di Italian Open 2026 dengan kemenangan meyakinkan atas Tereza Valentova.
Finalis Italian Open 2025 itu menang 6-3, 6-4 dalam pertandingan putaran kedua di Roma.
Kemenangan tersebut membawa Gauff melaju ke babak ketiga turnamen.
Gauff membutuhkan waktu satu jam 34 menit untuk menuntaskan pertandingan.
Ia tampil agresif dengan tekanan konsisten sepanjang laga berlangsung.
Petenis Amerika Serikat itu juga mematahkan servis Valentova sebanyak enam kali.
Hasil tersebut menjadi kemenangan ke-18 Gauff di Foro Italico.
Catatan itu menjadi jumlah kemenangan terbanyaknya di luar turnamen Grand Slam.
Performa stabil di Roma memperkuat status Gauff sebagai salah satu unggulan utama.
Valentova sempat memberikan tekanan melalui permainan pengembalian servis yang agresif.
Gauff bahkan melakukan tujuh kesalahan servis ganda sepanjang pertandingan.
Namun, ia mampu menutupi kelemahan tersebut dengan permainan menyerang yang efektif.
Gauff memenangi lebih dari 60 persen poin saat menerima servis lawannya.
Statistik itu menunjukkan dominasinya dalam reli panjang dan tekanan permainan.
Keunggulan tersebut menjadi faktor penting dalam kemenangan dua set langsung.
“Saya merasa harus berusaha keras untuk melakukan servis yang kuat,” kata Gauff seusai laga.
Ia mengakui Valentova meningkatkan level permainan dibanding pertemuan sebelumnya.
Menurut Gauff, lawannya tampil lebih berani dalam pengembalian servis.
Gauff kini unggul 2-0 atas Valentova dalam rekor pertemuan mereka.
Sebelumnya, ia juga mengalahkan petenis remaja Ceko itu di Roland Garros tahun lalu.
Perkembangan Valentova tetap mendapat pujian dari Gauff setelah pertandingan berakhir.
Baca juga:“PBSI Apresiasi Tim Uber Indonesia Meski Gagal ke Final Piala Uber 2026”




Leave a Reply