thepoethouse.com -Ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani terhenti pada babak kedua All England 2026. Mereka gagal mengatasi permainan pasangan Prancis setelah kesulitan beradaptasi dengan shuttlecock. Kondisi tersebut memengaruhi pola serangan sepanjang laga.
Pertandingan berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Rabu waktu setempat. Sabar/Reza menghadapi Christo Popov/Toma Junior Popov pada babak kedua. Wakil Indonesia itu kalah dua gim langsung dengan skor 12-21, 12-21.
Sejak awal pertandingan, Sabar/Reza tidak mampu mengembangkan permainan agresif. Serangan mereka kerap mudah dikembalikan lawan. Pasangan Prancis tampil lebih konsisten dan minim kesalahan sendiri.
Reza mengakui faktor shuttlecock menjadi kendala utama. Ia menilai laju bola lebih lambat dari perkiraan. Kondisi itu membuat pukulan menyerang tidak menembus pertahanan lawan.
“Kami kesulitan hari ini karena shuttlecock sangat lambat. Serangan kami tidak tembus dan saat diserang balik kami kurang siap,” ujar Reza, dikutip dari keterangan resmi PBSI.
Baca juga:“Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ditetapkan Jadi Tersangka Tunggal Kasus Korupsi”
Adaptasi Shuttlecock Berat di All England 2026
Ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani mengakui kesulitan beradaptasi pada babak kedua All England 2026. Faktor shuttlecock yang terasa lebih berat memengaruhi performa mereka sepanjang pertandingan.
Sabar/Reza menghadapi pasangan Prancis Christo Popov/Toma Junior Popov pada turnamen BWF Super 1000 tersebut. Laga berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Inggris. Dalam pertandingan itu, wakil Indonesia gagal mengembangkan permainan terbaiknya.
Sabar menilai kondisi pertandingan berbeda dibanding pertemuan sebelumnya dengan pasangan Popov bersaudara. Perubahan karakter shuttlecock membuat pola permainan menjadi kurang efektif. Serangan yang biasanya tajam tidak mampu menekan pertahanan lawan.
Ia juga mengakui pasangan Prancis tampil sangat disiplin. Popov bersaudara bermain rapi dan konsisten sejak awal pertandingan. Situasi itu semakin menyulitkan Sabar/Reza untuk mengontrol jalannya laga.
“Ini pertemuan kedua kami dengan mereka, tetapi kondisinya berbeda. Shuttlecock terasa lebih berat dan mereka bermain sangat rapi. Kami tidak bisa mengeluarkan permainan terbaik,” ujar Reza.
Sabar/Reza sebenarnya datang sebagai unggulan ketujuh pada turnamen bergengsi tersebut. Status itu menunjukkan performa mereka cukup stabil dalam beberapa turnamen sebelumnya. Namun, kondisi pertandingan yang berubah membuat strategi mereka tidak berjalan optimal.
Evaluasi Kekalahan dari Popov Bersaudara di All England 2026
Ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani melakukan evaluasi setelah tersingkir pada babak kedua All England 2026. Kekalahan dari pasangan Prancis, Christo Popov/Toma Junior Popov, menjadi pelajaran penting bagi pasangan Indonesia tersebut.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Sabar/Reza gagal mempertahankan performa terbaiknya. Mereka harus mengakui keunggulan Popov bersaudara setelah kalah dalam dua gim langsung. Hasil ini menghentikan langkah mereka lebih awal pada turnamen bergengsi tersebut.
Sabar menegaskan timnya akan menjadikan kekalahan ini sebagai bahan evaluasi. Ia ingin memperbaiki berbagai aspek permainan sebelum menghadapi turnamen berikutnya. Evaluasi menyeluruh dinilai penting untuk menjaga konsistensi performa di level internasional.
“Kami harus evaluasi dan belajar dari pertandingan tadi. Semoga di turnamen selanjutnya bisa lebih baik,” kata Sabar.
Kekalahan ini menambah catatan pertemuan kedua pasangan yang sebelumnya cukup kompetitif. Pada pertemuan terakhir, Sabar/Reza justru berhasil mengalahkan Popov bersaudara. Kemenangan tersebut terjadi pada perempat final Hylo Open 2025.
Saat itu, Sabar/Reza tampil dominan sepanjang pertandingan. Mereka menundukkan Christo Popov/Toma Junior Popov melalui dua gim langsung. Hasil tersebut sempat memperkuat kepercayaan diri pasangan Indonesia dalam menghadapi rival yang sama.
Baca juga:“Jonatan Christie Soroti Kondisi Shuttlecock Usai Tersingkir di All England 2026”




Leave a Reply