thepoethouse.com -World Boxing Association (WBA) menyoroti empat petinju kelas menengah yang patut diperhitungkan tahun ini.
Daftar tersebut mencakup Aaron McKenna, Euri Cedeno, Yoenli Hernandez, dan Eric Priest.
Menurut laporan resmi WBA yang dipantau di Jakarta, Minggu, Aaron McKenna menonjol sebagai kekuatan matang di divisi 160 pon.
Petinju Irlandia itu telah melampaui status prospek dan membuktikan diri sebagai lawan tangguh.
McKenna memiliki rekor tak terkalahkan, dengan 20 kemenangan, termasuk 10 kemenangan KO.
Kemenangan mutlak atas Liam Smith pada April 2025 menegaskan dominasi dan kemampuan bertandingnya.
Hasil tersebut membawanya meraih gelar juara kelas menengah WBA International.
Dengan postur 185 cm, McKenna menonjol di divisinya dan memanfaatkan jab disiplin sebagai senjata utama.
Baca juga:“Bayern Kehilangan Poin di Awal Pekan ke-19 Bundesliga”
Euri Cedeno Muncul sebagai Pemukul Mematikan di Kelas Menengah WBA
Euri Cedeno dari Republik Dominika disebut WBA sebagai salah satu petinju paling ditakuti di kelas menengah.
Rasio KO-nya yang mencapai 86 persen menegaskan reputasinya sebagai finisher ulung.
Cedeno saat ini mengantongi rekor 13-0-1 dengan 12 kemenangan KO.
Prestasi ini didukung pencapaian Olimpiade Tokyo 2020, di mana ia berhasil meraih medali.
Sepanjang 2025, Cedeno menjalani kampanye sempurna, menekankan konsistensi dan kemampuan menutup pertarungan.
Salah satu kemenangan pentingnya diraih atas petinju Luis Eduardo Florez dengan skor meyakinkan.
Petinju berjuluk “La Bazuca” ini dijadwalkan bertarung pada awal 2026.
Fokus pada KO dan teknik pukulan keras membuatnya menjadi ancaman serius di divisi kelas menengah.
Dengan posisi peringkat lima WBA, Cedeno kini menjadi kandidat utama untuk perebutan gelar.
Rekor dan gaya bertarungnya menarik perhatian penggemar dan media internasional.
Yoenli Hernandez Feliciano dan Eric Priest Jadi Talenta Kelas Menengah WBA
WBA menyoroti Yoenli Hernandez Feliciano dan Eric Priest sebagai petinju kunci di kelas menengah saat ini.
Keduanya dianggap sebagai talenta paling menonjol di kawasan masing-masing.
Yoenli Hernandez Feliciano, petinju kidal asal Kuba, dikenal sebagai talenta teknis paling matang.
Ia memulai karir amatir dengan gemilang, meraih dua gelar juara dunia sebelum beralih ke level profesional.
Hernandez kini memiliki rekor sempurna 10-0, dengan 8 kemenangan KO.
Prestasi ini menegaskan kualitas teknik, kecepatan, dan kemampuan menyesuaikan diri dalam pertarungan.
Sebagai juara bertahan WBA Continental Amerika Latin, Hernandez baru saja meraih kemenangan TKO.
Ia menaklukkan Ramon de la Cruz Sena pada Oktober 2025 dengan dominasi teknik dan stamina.
Kekuatan Hernandez terletak pada kombinasi pergerakan kaki defensif kelas dunia dan serangan eksplosif.
Gaya bertarung ini membuatnya menjadi lawan yang sulit ditaklukkan para juara mapan.
Baca juga:“Alter Ego Berhasil Amankan Tiket Grand Final M7 World Championship”




Leave a Reply