DAIHATSU GELAR ACARA KOMUNITAS UNTUK MEMPERKUAT LOYALITAS DAN KEDEKATAN KONSUMEN
KUMPUL SAHABAT SERENTAK JADI WADAH INTERAKSI KONSUMEN DAN BRAND
Daihatsu memperkuat strategi loyalitas konsumen melalui penyelenggaraan acara komunitas bertajuk “Kumpul Sahabat Serentak” yang melibatkan pelanggan, komunitas otomotif, serta masyarakat umum di berbagai daerah. Program ini menjadi salah satu pendekatan non-penjualan yang difokuskan untuk membangun kedekatan emosional antara merek dan pengguna.
Baca Juga “Murah Meriah, Rp 130 Juta Dapat Mobil Listrik Brand Eropa“
Direktur Pemasaran sekaligus Direktur Komunikasi Perusahaan PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih dekat, mudah, dan menyenangkan bagi konsumen di Indonesia.
“Melalui Daihatsu Kumpul Sahabat Serentak, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dekat, mudah, dan menyenangkan bagi seluruh Sahabat Daihatsu di Indonesia,” ujar Sri Agung di Jakarta, Minggu.
Acara ini tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga sarana interaksi langsung antara perusahaan dan pengguna kendaraan untuk memperkuat kepercayaan terhadap merek.
STRATEGI KOMUNITAS UNTUK MEMPERKUAT EKOSISTEM PELANGGAN
Daihatsu menempatkan kegiatan komunitas sebagai bagian penting dari strategi bisnis jangka menengah. Perusahaan memandang komunitas sebagai jembatan komunikasi yang efektif untuk memahami kebutuhan konsumen secara langsung di lapangan.
Melalui program ini, Daihatsu tidak hanya membangun loyalitas, tetapi juga memperluas jangkauan layanan, meningkatkan brand engagement, serta memperkuat posisi di pasar otomotif nasional yang semakin kompetitif.
Dalam pelaksanaannya, Kumpul Sahabat Serentak juga menghadirkan berbagai layanan seperti informasi pembelian kendaraan baru, fasilitas tukar tambah, hingga edukasi produk. Pendekatan ini memberi nilai tambah bagi pengunjung yang hadir karena tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga informatif dan transaksional.
Pada tahun 2026, Daihatsu menjadwalkan penyelenggaraan acara ini di lima kota utama Indonesia, yaitu Depok (Jawa Barat), Gorontalo, Bandar Lampung (Lampung), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), dan Semarang (Jawa Tengah). Pemilihan lokasi tersebut menunjukkan upaya pemerataan aktivitas brand di berbagai wilayah, tidak hanya terpusat di kota besar.
KINERJA PASAR DAIHATSU MASIH KUAT DI SEGMENTASI UTAMA
Di tengah upaya penguatan komunitas, Daihatsu juga mencatat performa penjualan yang stabil di pasar otomotif Indonesia. Hingga April 2026, perusahaan membukukan penjualan ritel sebanyak 46.953 unit dengan pangsa pasar sebesar 16,3 persen.
Capaian tersebut menempatkan Daihatsu tetap berada di posisi kedua penjualan ritel otomotif nasional, khususnya pada segmen LCGC dan SUV, yang menjadi fokus utama perusahaan.
Pada segmen Low Cost Green Car (LCGC), model Daihatsu Sigra dan Ayla mencatatkan performa kuat dengan pangsa pasar mencapai 36,8 persen. Sementara itu, pada segmen SUV, Daihatsu Terios berhasil meraih 30,4 persen pangsa pasar di kategori kendaraan dengan harga hingga Rp300 juta.
Di segmen kendaraan komersial, Gran Max Series tetap menjadi tulang punggung bisnis Daihatsu. Model ini menguasai 63,3 persen pangsa pasar pada segmen entry commercial, menjadikannya pilihan utama pelaku usaha kecil dan menengah di Indonesia.
LOYALITAS DAN KOMUNITAS JADI FONDASI DAYA SAING JANGKA PANJANG
Daihatsu menilai bahwa loyalitas konsumen tidak hanya dibangun melalui produk, tetapi juga melalui pengalaman dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Karena itu, pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu strategi utama perusahaan dalam mempertahankan daya saing.
Melalui Kumpul Sahabat Serentak, perusahaan berupaya menciptakan ruang interaksi yang berkelanjutan antara brand dan pengguna, sekaligus memperkuat ekosistem otomotif yang lebih inklusif.
Ke depan, Daihatsu diperkirakan akan terus memperluas program komunitas serupa sebagai bagian dari strategi penguatan merek dan pelayanan konsumen di pasar Indonesia yang terus berkembang.
Baca Juga “Mobil NEV China tawarkan efisiensi biaya operasional“




Leave a Reply