Mobil Listrik Lampaui Mobil Bensin di Pasar Eropa
Lonjakan BEV Ubah Peta Persaingan Otomotif Eropa
Permintaan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) di Eropa terus meningkat dan mulai mengubah struktur pasar otomotif regional. Data terbaru menunjukkan mobil listrik kini menyalip mobil bensin dalam beberapa indikator penjualan di kawasan Eropa yang lebih luas.
Menurut laporan Carscoops, kendaraan listrik kini berada di posisi kedua dalam pangsa sistem penggerak paling diminati di Eropa, hanya kalah dari mobil hibrida konvensional. Perubahan ini terjadi seiring meningkatnya adopsi di Uni Eropa, Inggris, dan negara EFTA seperti Norwegia dan Swiss.
Baca Juga “Road Trip Saat Libur Sekolah, Siapkan Hal Penting Ini“
Pangsa Pasar BEV Terus Menguat
Dalam lima bulan pertama tahun ini, sebanyak 950.521 mobil listrik berbasis baterai terdaftar di Uni Eropa. Angka ini membuat BEV menguasai sekitar 20 persen pangsa pasar mobil baru.
Sementara itu, mobil bensin masih berada di angka 22,4 persen, sedangkan mobil hibrida tetap dominan dengan 37,8 persen. Namun selisih antara BEV dan bensin kini semakin tipis, menandakan perubahan arah pasar yang signifikan.
Jika Inggris dan negara EFTA ikut dihitung, pangsa BEV naik menjadi 21,4 persen, hampir menyamai mobil bensin yang berada di 22,3 persen.
Mei Jadi Titik Balik Penjualan Mobil Listrik
Pada Mei saja, BEV mencatat pangsa pasar 21,3 persen di Uni Eropa, hampir menyamai mobil bensin yang berada di 22 persen. Namun jika cakupan diperluas ke Eropa Barat lebih luas, BEV justru unggul dengan 23,3 persen dibanding bensin 21,7 persen.
Kondisi ini dipengaruhi kuat oleh pasar Inggris dan negara Nordik yang memiliki tingkat adopsi kendaraan listrik lebih tinggi dibanding negara Eropa lainnya.
Mobil Listrik Tumbuh di Pasar Utama Eropa
Pertumbuhan kendaraan listrik tidak merata, tetapi terkonsentrasi di beberapa negara besar. Penjualan BEV meningkat 75,7 persen di Italia, 55,4 persen di Prancis, dan 40,9 persen di Jerman.
Sebaliknya, mobil bensin justru mengalami penurunan signifikan. Di Prancis turun 36,8 persen, di Spanyol 20,3 persen, dan di Jerman 18,5 persen.
Tren ini memperkuat pergeseran preferensi konsumen Eropa ke kendaraan rendah emisi.
Dominasi Tesla dan Merek Tiongkok
Tesla menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan BEV di Eropa. Model Y mencatat penjualan 17.183 unit dan tetap menjadi mobil listrik terlaris di kawasan tersebut. Sementara Model 3 naik hampir tiga kali lipat menjadi 9.566 unit.
Di sisi lain, merek asal Tiongkok juga memperkuat posisinya di pasar Eropa. BYD mencatat lonjakan penjualan lebih dari 145 persen, sementara Geely dan SAIC Motor juga menunjukkan pertumbuhan stabil.
Merek seperti Chery, Xpeng, dan Leapmotor bahkan mencatat lonjakan penjualan yang sangat tajam, menunjukkan meningkatnya kompetisi global di pasar Eropa.
Penurunan Diesel dan Pergeseran Struktur Pasar
Selain bensin, mobil diesel juga mengalami penurunan 16,6 persen hingga akhir Mei, dengan pangsa pasar hanya 7,6 persen. Ini menunjukkan percepatan transisi dari mesin pembakaran internal menuju kendaraan listrik dan hibrida.
Secara keseluruhan, pasar Eropa kini didominasi tiga teknologi utama: hibrida, listrik, dan bensin yang mulai tertinggal.
Kesimpulan: Eropa Menuju Era Elektrifikasi
Data terbaru menunjukkan Eropa sedang berada di titik transisi penting dalam industri otomotif. Mobil listrik kini bukan lagi segmen kecil, tetapi sudah menjadi penantang utama dominasi mobil bensin.
Dengan dukungan regulasi emisi, inovasi teknologi, dan masuknya pemain global baru, tren elektrifikasi diperkirakan akan terus menguat dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga “AHM hadirkan New Honda Vario Evo 160 bagi pencinta skutik“




Leave a Reply