Sunset Run Mimika Libatkan 500 Peserta untuk Meriahkan HUT ke-81 RI
Sebanyak 500 peserta mengikuti Sunset Run and Art Festival yang digelar Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung di Timika pada Sabtu dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan. Panitia memadukan olahraga lari dengan pertunjukan seni untuk menciptakan suasana perayaan yang lebih meriah.
Bupati Mimika Dorong Sunset Run Jadi Agenda Tahunan
Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan Sunset Run merupakan inovasi baru dalam kegiatan olahraga masyarakat di daerah tersebut. Konsep lari pada sore hari dipilih untuk memberikan pengalaman berbeda bagi warga.
Menurut Johannes, kegiatan olahraga tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran. Sunset Run juga menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat.
“Ini pertama kali kita lakukan namanya Sunset Run. Lari pagi sudah biasa, night run juga sudah pernah. Sekarang kita buat Sunset Run sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memeriahkan 17 Agustus,” kata Johannes Rettob.
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 3.000 orang. Namun, panitia menetapkan kuota 500 peserta karena menyesuaikan kapasitas penyelenggaraan kegiatan.
Johannes berharap Sunset Run dapat dikembangkan menjadi kegiatan tahunan. Agenda tersebut diharapkan menjadi salah satu kegiatan olahraga dan hiburan yang memperkuat semangat kebersamaan warga Mimika.
Sunset Run Sekaligus Promosikan Potensi Wisata Mimika
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Mimika Slamet Sutejo mengatakan penyelenggara memilih konsep Sunset Run and Art Festival untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat.
baca juga: Gubernur Khofifah beri keringanan pajak kendaraan selama Agustus 2026
Konsep tersebut juga diarahkan untuk memperkenalkan potensi wisata Mimika. Pemerintah daerah berencana memindahkan lokasi kegiatan ke sejumlah kawasan pesisir pada penyelenggaraan berikutnya.
Slamet menyebut Pantai Kampung Ipaya di Distrik Amar dan Pantai Kampung Mapar di Distrik Mimika Barat Jauh sebagai lokasi yang berpotensi menjadi tempat pelaksanaan.
“Kami berharap ke depan bisa dilaksanakan di Pantai Ipaya atau Mapar. Pantainya sangat indah dan kami ingin kegiatan ini ikut menghidupkan pariwisata Mimika,” ujar Slamet.
Pemanfaatan kawasan pesisir sebagai lokasi kegiatan olahraga dapat mempertemukan aktivitas rekreasi dengan promosi destinasi lokal. Langkah tersebut juga berpotensi memperkenalkan kawasan wisata Mimika kepada masyarakat yang lebih luas.
Ribuan Warga Mendaftar, Peserta Dapat Perlindungan BPJS
Tingginya minat masyarakat terlihat sejak pendaftaran Sunset Run dibuka. Sekitar 3.000 orang tercatat mendaftar hanya dalam satu hari.
Panitia kemudian menyaring peserta sesuai kapasitas kegiatan. Sebanyak 500 peserta yang mengikuti acara mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan selama kegiatan berlangsung.
Slamet menjelaskan proses penentuan peserta menggunakan sistem yang diterapkan panitia. Selain peserta umum, kegiatan tersebut juga melibatkan pimpinan organisasi perangkat daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pegawai Disdukcapil beserta keluarga, serta peserta orang asli Papua.
Perlindungan peserta menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga yang melibatkan massa dalam jumlah besar. Langkah tersebut memberikan dukungan perlindungan bagi peserta selama mengikuti rangkaian acara.
Dukcapil Mimika Gelar Kegiatan Sosial Menjelang HUT RI
Selain Sunset Run and Art Festival, Dinas Dukcapil Mimika menggelar sejumlah kegiatan sosial untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Dinas tersebut bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia, RSUD Mimika, dan RSMM Timika dalam kegiatan donor darah. Kolaborasi tersebut menghasilkan 12 kantong darah yang selanjutnya dapat mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan.
Dukcapil Mimika juga menyiapkan pelayanan administrasi kependudukan secara jemput bola. Pelayanan tersebut menyasar masyarakat di kawasan pesisir serta Kampung Banti, Distrik Tembagapura.
Selain pelayanan kependudukan, pemerintah daerah menjadwalkan nikah massal bagi 100 pasangan pada 5 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda sosial dalam menyambut Hari Kemerdekaan.
Sehari setelahnya, kegiatan nikah massal khusus orang asli Papua dijadwalkan berlangsung di Kampung Otakwa. Slamet menyebut sebanyak 75 pasangan telah mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Rangkaian kegiatan itu menunjukkan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Mimika tidak hanya diisi kegiatan olahraga. Pemerintah daerah juga menggabungkan kegiatan hiburan, sosial, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat.
Ke depan, Sunset Run diharapkan berkembang menjadi agenda rutin yang tidak hanya menjaga semangat olahraga masyarakat. Jika digelar di kawasan pesisir, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana memperkenalkan destinasi wisata sekaligus memperkuat identitas daerah Mimika.
baca juga: Pramono Anung Dorong Kebaya Jadi Identitas Budaya Jakarta




Leave a Reply