TNI AL Jelaskan Latihan Bersama China di Timur Taiwan
TNI Angkatan Laut (TNI AL) menjelaskan latihan lintas laut dengan Angkatan Laut China di perairan timur Taiwan sebagai bagian dari diplomasi maritim. Kegiatan tersebut dilakukan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dalam perjalanan kembali ke Indonesia setelah mengikuti latihan bersama Rusia di Vladivostok.
Passex Menjadi Bagian dari Diplomasi Maritim
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan Passing Exercise (Passex) merupakan kegiatan yang lazim dilakukan oleh angkatan laut berbagai negara. Latihan tersebut menjadi bentuk interaksi sekaligus membangun hubungan baik antarmiliter.
Menurut Tunggul, Passex merupakan goodwill engagement yang mencerminkan naval brotherhood. Kegiatan itu juga menjadi salah satu bentuk diplomasi maritim yang melekat pada pelaksanaan pelayaran kapal perang.
“Passing Exercise (Passex) merupakan goodwill engagement yang umum dilakukan angkatan laut dunia sebagai wujud naval brotherhood serta diplomasi maritim yang melekat pada kapal perang,” kata Tunggul dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
KRI I Gusti Ngurah Rai Jalani Passex dengan Negara yang Dilewati
KRI I Gusti Ngurah Rai-332 melaksanakan Passex saat berlayar pulang menuju Indonesia. Sebelumnya, kapal perang tersebut menyelesaikan latihan bersama Angkatan Laut Rusia di Vladivostok.
baca juga: Infografis 11 Stasiun LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai
Tunggul menjelaskan perjalanan pulang KRI I Gusti Ngurah Rai-332 juga menjadi kesempatan untuk melaksanakan Passex dengan sejumlah negara yang berada di jalur pelayaran.
“Selama perjalanan lintas laut KRI GNR-332 menuju Tanah Air akan melaksanakan Passex dengan negara-negara yang akan dilewati,” ujarnya.
Kegiatan tersebut, lanjut Tunggul, sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Indonesia juga tetap membuka ruang untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan berbagai negara.
“Indonesia berpeluang membangun kerja sama menguntungkan dengan negara mana pun termasuk giat Passex dengan sejumlah negara,” katanya.
China Sebut Latihan Berlangsung di Timur Taiwan
Kementerian Pertahanan China sebelumnya menyampaikan bahwa kapal Angkatan Laut China Honghe dan fregat TNI AL akan menggelar latihan navigasi bersama di perairan sebelah timur Taiwan pada pertengahan Agustus.
Latihan tersebut mencakup sejumlah kegiatan operasional, termasuk komunikasi antarkapal dan pengisian perbekalan di laut. China menyebut kegiatan itu bertujuan meningkatkan kemampuan operasi bersama serta memperkuat kerja sama kedua angkatan laut.
Lokasi latihan berada di perairan timur Taiwan yang menghadap Samudra Pasifik dan Laut Filipina. Wilayah tersebut juga berada di luar kawasan Laut China Selatan.
Latihan Dilakukan Setelah KRI GNR-332 dari Vladivostok
Pelaksanaan Passex dengan Angkatan Laut China berlangsung setelah KRI I Gusti Ngurah Rai-332 mengikuti latihan bersama Angkatan Laut Rusia di Vladivostok.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan pola diplomasi maritim melalui interaksi antarkapal perang selama pelayaran. Passex juga dapat menjadi sarana untuk menjaga komunikasi dan hubungan profesional antarangkatan laut.
Bagi Indonesia, pelaksanaan kegiatan dengan berbagai negara tersebut tetap ditempatkan dalam kerangka politik luar negeri bebas aktif. Dengan demikian, kerja sama maritim tidak diarahkan hanya kepada satu negara, tetapi dapat dilakukan dengan berbagai mitra.
Ke depan, pelaksanaan Passex selama pelayaran KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dapat menjadi bagian dari upaya TNI AL memperkuat komunikasi dan kerja sama maritim dengan negara-negara yang dilalui. Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan peran kapal perang sebagai instrumen diplomasi maritim Indonesia.
baca juga: TNI AL kirim KRI hingga pasukan khusus ikut latihan tempur di Rusia




Leave a Reply