- thepoethouse – Pengelola jaringan hotel internasional yang berpusat di Bangkok, Minor Hotels, memanfaatkan dukungan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan pengalaman tamu di lebih dari 640 properti mereka yang tersebar di berbagai negara.
“AI kini menjadi pintu utama dalam perjalanan wisata, dan dengannya, kendali atas permintaan juga turut berubah,” kata Kepala Bagian Komersial Minor Hotels, Ian Di Tullio, sebagaimana dikutip dalam siaran pers perusahaan yang diterima di Jakarta pada Jumat (10/4/2026).
Kolaborasi dengan Raksasa Teknologi
Untuk mewujudkan transformasi digital ini, Minor Hotels berkolaborasi dengan sejumlah pemimpin industri teknologi:
- Google Cloud – sebagai penyedia infrastruktur cloud dan AI
- Salesforce – untuk manajemen hubungan pelanggan (CRM)
- OneTrust – untuk kepatuhan privasi dan tata kelola data
- Deloitte – sebagai konsultan implementasi
Perusahaan berencana mengembangkan platform digital yang menghubungkan tiga pilar penting: data tamu global, aktivitas pemasaran, dan operasional layanan.
Teknologi Google Cloud yang Digunakan
Platform tersebut akan dibangun menggunakan teknologi Google Cloud yang telah dioptimalkan untuk AI, khususnya:
- BigQuery – untuk menganalisis data tamu dalam skala besar dengan cepat
- Vertex AI – untuk membangun dan melatih model machine learning yang mempersonalisasi rekomendasi
Manfaat bagi Tamu Hotel
Dengan dukungan platform AI ini, Minor Hotels akan dapat:
- Mengenali preferensi tamu secara otomatis (misalnya: tipe bantal favorit, suhu ruangan yang diinginkan, atau pilihan koran pagi)
- Menghadirkan komunikasi dan penawaran yang lebih relevan berdasarkan preferensi dan riwayat kunjungan sebelumnya (bukan sekadar promosi umum)
- Memastikan pengelolaan data yang bertanggung jawab dengan mengedepankan aspek privasi dan tata kelola sejak awal (privacy by design)
Tentang Minor Hotels
Minor Hotels adalah grup perhotelan global yang mengelola lebih dari 640 hotel, resor, dan apartemen di lebih dari 50 negara. Portofolio mereka mencakup merek-merek terkenal seperti Anantara, Avani, Oaks, Tivoli, NH Hotels, dan Elewana Collection.
Dengan adopsi AI ini, Minor Hotels berharap dapat meningkatkan loyalitas tamu dan efisiensi operasional di tengah persaingan industri perhotelan yang semakin ketat pasca-pandemi. Transformasi ini juga sejalan dengan tren global di mana personalisasi berbasis data menjadi pembeda utama antara hotel biasa dan hotel luar biasa.
“Baca Juga : KONI Pusat Buka Peluang Sambo di PON 2028“
Minor Hotels Kembangkan AI Agent untuk Kelola Pemesanan hingga Rencana Perjalanan Real-Time
Minor Hotels tidak akan berhenti pada penggunaan AI untuk menjawab pertanyaan sederhana seperti “jam berapa check-in?” atau “di mana lokasi kolam renang?”. Perusahaan berencana mengembangkan platform yang memungkinkan penerapan berbagai agen AI (AI agents) untuk tugas-tugas yang lebih kompleks, seperti:
- Mengelola pemesanan – Agen AI dapat melakukan perubahan reservasi, upgrade kamar, atau pembatalan tanpa perlu interaksi dengan staf manusia
- Menyusun rencana perjalanan – Berdasarkan preferensi tamu, AI dapat merekomendasikan restoran, tur, atau aktivitas lokal, lalu memesan semuanya secara otomatis
- Menangani permintaan kompleks dari tamu secara real-time – Misalnya, “Saya alergi bulu anjing, tetapi ingin menginap di kamar yang pernah dimasuki hewan peliharaan sebelumnya. Tolong bersihkan dengan protokol khusus.”
Dukungan dari Google Cloud
Mark Micallef, Managing Director Southeast Asia Google Cloud, menyatakan bahwa Minor Hotels dapat menghadirkan pengalaman tamu yang lebih personal, proaktif, dan responsif. Hal ini dimungkinkan dengan kombinasi tiga elemen:
- Arsitektur terbuka dan aman dari Google Cloud – Memungkinkan integrasi data dari berbagai sumber (sistem reservasi, CRM, IoT di kamar hotel)
- Integrasi Salesforce – Untuk mengelola profil tamu dan riwayat interaksi secara terpusat
- Keahlian dari mitra seperti Deloitte – Memastikan implementasi berjalan lancar dan sesuai regulasi privasi
“Ke depan, AI agent yang mampu memahami konteks dan mengantisipasi kebutuhan akan menjadi kunci dalam perjalanan pelanggan,” katanya.
Contoh Skenario Penggunaan AI Agent
| Skenario | Tindakan AI Agent |
|---|---|
| Tamu memesan hotel untuk ketiga kalinya | AI mengingat bahwa tamu selalu meminta bantal orthopedis dan kamar yang tenang. Tanpa diminta, sistem mengalokasikan kamar sesuai preferensi. |
| Tamu menelepon front desk di tengah malam | AI mendeteksi bahwa ini adalah panggilan darurat (bukan pertanyaan biasa) karena kata kunci “kebocoran air” atau “darurat medis” dan langsung mengarahkan ke staf manusia. |
| Tamu bertanya “Apa yang bisa dilakukan di sekitar hotel?” | AI menyusun rencana perjalanan setengah hari berdasarkan waktu yang tersedia, cuaca, dan minat tamu (seni, kuliner, atau alam). |
Dampak bagi Industri Perhotelan
Dengan mengadopsi AI agent, Minor Hotels berpotensi:
- Mengurangi beban kerja staf front desk hingga 30-40 persen untuk pertanyaan rutin
- Meningkatkan pendapatan tambahan melalui rekomendasi layanan yang dipersonalisasi (spa, fine dining, tur eksklusif)
- Meningkatkan loyalitas tamu karena pengalaman yang konsisten dan personal di setiap properti (dari Bangkok ke London ke Sydney)
Transformasi ini dijadwalkan mulai diimplementasikan secara bertahap pada kuartal ketiga 2026 di properti pilihan, sebelum diluncurkan ke seluruh jaringan Minor Hotels pada 2027.
“Baca Juga : Sean Gelael Hadapi Tantangan GTWCE Eropa 2026“




Leave a Reply