thepoethouse – Rugaiya Usman, istri Jenderal (Purn) TNI Wiranto, meninggal dunia pada Minggu, 16 November 2025. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Wiranto saat ditemui di rumah duka di Bambu Apus, Jakarta Timur. Ia menjelaskan bahwa istrinya telah berjuang melawan sakit dalam beberapa waktu terakhir dan sempat menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Subroto.
Wiranto menyebut kondisi kesehatan istrinya sempat menunjukkan perkembangan positif setelah dirawat. Dokter memberi kabar bahwa Rugaiya sudah cukup stabil sehingga keluarga memutuskan membawanya pulang untuk melanjutkan pemulihan di rumah. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Kesehatan Rugaiya kembali menurun hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.
Wiranto menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian sang istri, yang selama ini menjadi pendamping dalam setiap fase hidupnya. Ia menjelaskan bahwa perjuangan almarhumah menghadapi sakit dilakukan dengan ketabahan luar biasa. Keluarga juga terus mendampingi selama masa perawatan dan berharap kondisi Rugaiya bisa kembali pulih.
BACA JUGA : “Warga Filipina Gelar Aksi Baru soal Korupsi Proyek Banjir”
Jenazah Rugaiya Usman kemudian dibawa ke Bandung untuk prosesi pemakaman keluarga. Wiranto meminta doa agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu selama masa perawatan istrinya.
Kepergian Rugaiya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar, kerabat, dan kolega yang mengenal sosoknya. Meski demikian, Wiranto berharap keluarga tetap kuat menghadapi masa sulit ini dan menjadikan perjuangan almarhumah sebagai pelajaran tentang ketabahan dan kesabaran.
Perjuangan Pengobatan yang Berakhir di Bandung
Wiranto menceritakan perjuangan panjang sang istri, Rugaiya Usman, sebelum meninggal dunia pada Minggu, 16 November 2025. Ia menjelaskan bahwa sang istri sudah lama menjalani perawatan intensif di RSPAD karena kondisi kesehatannya terus menurun. Setelah beberapa waktu dirawat, dokter menyampaikan perkembangan yang membuat keluarga merasa ada harapan untuk pemulihan.
Wiranto kemudian memutuskan membawa istrinya pulang untuk memberi suasana lebih nyaman. Ia ingin sang istri mendapatkan ketenangan setelah menjalani perawatan panjang di rumah sakit. Namun, kondisi itu tidak berlangsung lama dan keluarga mulai mempertimbangkan pengobatan lanjutan di luar Jakarta.
BACA JUGA : “Bus Rem Blong Terjang Pemotor di Puncak Bogor”
Wiranto memilih membawa istrinya ke Bandung untuk menjalani terapi tambahan. Ia berharap terapi tersebut dapat memberi peluang pemulihan yang lebih besar. Upaya itu dilakukan dengan keyakinan bahwa kondisi sang istri masih bisa membaik.
Kepergian Rugaiya Usman dan Rencana Pemakaman
Wiranto mengatakan seluruh usaha telah dilakukan, tetapi kondisi sang istri tetap tidak menunjukkan perubahan signifikan. Ia menegaskan bahwa keluarga menerima keputusan Tuhan dengan ikhlas meski rasa kehilangan begitu besar. Menurutnya, setiap tindakan medis sudah dilakukan hingga detik-detik terakhir sang istri dirawat di Bandung.
Rugaiya Usman menghembuskan napas terakhir pada pukul 15.55 WIB. Kepergian itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar dan orang terdekatnya. Wiranto menyampaikan kabar ini dengan suara berat saat berada di rumah duka di Bambu Apus, Jakarta Timur.
Jenazah Rugaiya rencananya diberangkatkan dari Lanud Halim Perdana Kusuma menuju Solo pada Senin, 17 November 2025, pukul 07.00 WIB. Keluarga akan memakamkannya di Delingan, Solo, sesuai permintaan keluarga besar.




Leave a Reply