thepoethouse -Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan “Jojo” Christie membuka suara. Ia mengaku memburu poin peringkat BWF. Poin World Tour Finals juga menjadi target. Jojo mempertimbangkan hal itu untuk turun di Malaysia Masters 2026. Turnamen berlevel BWF Super 500 ini berlangsung di Kuala Lumpur.
Jojo menegaskan ingin tampil maksimal. Ia bertekad mendulang poin demi poin. Poin-poin itu sangat krusial baginya. “Turun di Malaysia Masters memang pertimbangannya adalah poin. Baik poin ranking dan poin World Tour Finals. Jadi saya rasa tidak masalah untuk turun di sini. Walau ada Singapura dan Indonesia Open setelahnya,” ujar Jojo. Pernyataan itu dikutip dari keterangan resmi PBSI
Saat ini, Jonatan berada di peringkat 11 dunia. Ia terpaut sekitar 8.000 poin dari batas aman lolos ke World Tour Finals. Ajang bergengsi itu hanya diikuti delapan pemain terbaik. Malaysia Masters menjadi kesempatan emas. Turnamen ini menyediakan 7.000 poin untuk juara.
Jojo juga memikirkan jadwal padat. Setelah Malaysia, ada Singapore Open (Super 500) dan Indonesia Open (Super 1000). Ia memilih tetap turun di Kuala Lumpur. Keputusan ini menunjukkan tekad besarnya. Pelatih PBSI, Irwansyah, mendukung penuh. “Jojo butuh poin. Kami sudah hitung matematisnya,” ujarnya.
Dengan semangat membara, Jojo berharap meraih hasil terbaik. Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Persaingan di Malaysia Masters diprediksi sengit. Wakil-wakil dari China, Denmark, dan Jepang akan hadir. Namun Jojo percaya diri. Ia ingin membawa pulang poin maksimal. Targetnya adalah minimal semifinal. Jika berhasil, peluang ke Hangzhou untuk World Tour Finals terbuka lebar.
Baca juga:Thalita Ramadhani Fokus Tingkatkan Fisik Usai Kandas di Malaysia Masters 2026
Pastikan Langkah ke Babak Kedua
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, membuka suara. Ia mengaku memburu poin peringkat BWF. Poin World Tour Finals juga menjadi target. Jojo mempertimbangkan hal itu untuk turun di Malaysia Masters 2026. Turnamen berlevel BWF Super 500 ini berlangsung di Kuala Lumpur.
Jojo menegaskan ingin tampil maksimal. Ia bertekad mendulang poin demi poin. Poin-poin itu sangat krusial baginya. “Turun di Malaysia Masters memang pertimbangannya adalah poin. Baik poin ranking dan poin World Tour Finals. Jadi saya rasa tidak masalah untuk turun di sini. Walau ada Singapura dan Indonesia Open setelahnya,” ujar Jojo. Pernyataan itu dikutip dari keterangan resmi PBSI, Rabu (20/5/2026).
Pebulu tangkis berusia 28 tahun itu tidak ingin memasang target muluk. “Kita lihat saja ke depan,” tutur Jojo. Ia menjadi unggulan keempat pada turnamen ini. Jojo memastikan langkahnya ke babak kedua. Ia menyingkirkan tunggal Denmark, Magnus Johannesen. Skor akhir 21-9 dan 21-15. Pertandingan babak pertama berlangsung Rabu.
Saat ini, Jonatan berada di peringkat 11 dunia. Ia terpaut sekitar 8.000 poin dari batas aman World Tour Finals. Ajang itu hanya diikuti delapan pemain terbaik. Malaysia Masters menyediakan 7.000 poin untuk juara. Jojo memilih turun meski jadwal padat. Setelah Kuala Lumpur, ada Singapore Open dan Indonesia Open.
Pelatih PBSI, Irwansyah, mendukung penuh. “Jojo butuh poin. Kami sudah hitung matematisnya,” ujarnya. Dengan semangat membara, Jojo berharap hasil terbaik. Target minimal adalah semifinal. Jika berhasil, peluang ke Hangzhou untuk World Tour Finals terbuka lebar. Langkah Jojo di Malaysia Masters patut dinanti.
Jonatan Christie Ungkap Kemenangan Lancar Atas Johannesen, Ikuti Pola Hylo Open 2024
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie melaju ke babak kedua Malaysia Masters 2026. Ia menang mudah atas Magnus Johannesen dari Denmark. Skor akhir 21-9 dan 21-15. Pertandingan babak pertama berlangsung Rabu (20/5) di Axiata Arena, Kuala Lumpur.
Juara All England 2024 itu mengaku pertandingan berjalan lancar. Strategi yang disiapkan berhasil dijalankan. “Memang pada akhir gim kedua temponya turun. Tetapi secara keseluruhan cukup oke,” kata Jojo. Tidak ada perubahan besar dari pertemuan sebelumnya di Hylo Open 2024. Ia hanya mengingat-ingat pola kemenangan saat itu.
Jojo tidak memasang target tinggi di turnamen BWF Super 500 ini. “Kita lihat saja ke depan,” ujar unggulan keempat tersebut. Motivasi utamanya adalah mengumpulkan poin. Poin ranking BWF dan poin World Tour Finals menjadi incaran. “Turun di Malaysia Masters pertimbangannya adalah poin. Jadi tidak masalah walau ada Singapura dan Indonesia Open setelahnya,” tegasnya.
Saat ini Jojo berada di peringkat 11 dunia. Ia terpaut sekitar 8.000 poin dari zona aman World Tour Finals. Turnamen ini menyediakan 7.000 poin untuk juara. Pelatih PBSI Irwansyah mendukung penuh langkah Jojo. “Kami sudah hitung matematisnya. Dia butuh poin,” ujarnya.
Kemenangan atas Johannesen menjadi modal berharga. Jojo kini menunggu lawan di babak kedua. Ia bertekad meraih hasil maksimal. Target minimal semifinal. Dengan performa solid, peluang lolos ke Hangzhou terbuka lebar. Dukungan penuh dari PBSI dan penggemar diharapkan membawa Jojo terbang tinggi di Malaysia Masters 2026.
Baca juga:Ubed Tampil Mengejutkan, Tumbangkan Unggulan India di Malaysia Masters 2026




Leave a Reply