thepoethouse – Seorang siswa SMP berinisial ABP di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, ditemukan tewas di lingkungan sekolah pada Sabtu (11/10/2025). Korban diduga meninggal akibat aksi perundungan (bully) yang dilakukan oleh teman-temannya.
Kepolisian setempat langsung bergerak cepat dengan mengamankan tiga siswa yang diduga terlibat dalam insiden tragis tersebut. Kasus ini kini ditangani oleh Polres Grobogan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Menurut keterangan Mutia dan Syamara, pengurus OSIS sekolah yang ikut melayat ke rumah korban, kejadian berlangsung saat jam istirahat. Tidak ada saksi yang melihat secara pasti bagaimana korban bisa tergeletak.
“Korban ditemukan di luar kelas dalam kondisi kejang-kejang, lalu dibawa ke ruang UKS,” ujar Mutia. Setelah itu, guru dan siswa berusaha memberikan pertolongan pertama sebelum membawa korban ke Puskesmas Geyer.
Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil. Pihak medis menyatakan ABP sudah meninggal dunia saat tiba di puskesmas. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. Soedjati Purwodadi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
BACA JUGA : “Trump Ngamuk Usai Gagal Nobel, Sindir Obama di Depan Publik!”
Polisi masih menunggu hasil autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian korban. Sementara itu, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Grobogan berkoordinasi dengan keluarga korban untuk memberikan pendampingan.
Tragedi ini memicu keprihatinan publik terhadap kasus kekerasan antar pelajar yang masih kerap terjadi di lingkungan sekolah. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat dan sekolah agar memperkuat pengawasan serta membangun budaya anti-bullying demi melindungi anak-anak di lingkungan pendidikan.
Polisi Periksa Saksi Kasus Bullying Siswa SMP Grobogan Hingga Tewas
Polisi terus mendalami penyebab kematian ABP, siswa SMP di Grobogan, Jawa Tengah, yang diduga menjadi korban bullying dan kekerasan fisik di sekolahnya. Sejumlah saksi, termasuk guru dan siswa, telah dimintai keterangan di lokasi kejadian.
Beberapa siswa yang diperiksa kemudian dibawa ke Polres Grobogan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Orangtua beberapa siswa juga hadir di sekolah guna mendampingi anak mereka selama proses pemeriksaan berlangsung.
Pihak kepolisian menegaskan penyelidikan dilakukan secara hati-hati agar seluruh fakta dapat terungkap. Pemeriksaan melibatkan unsur guru, siswa, serta pihak keluarga korban yang turut memberikan keterangan terkait kondisi korban sebelum meninggal.
BACA JUGA : “🔥 Hamas Umumkan Akhir Perang Gaza: Dunia Bereaksi Keras!”
Korban Sempat Keluhkan Sakit Usai Dibully dan Takut ke Sekolah
Menurut Pujio, paman korban, ABP sempat mengeluh sakit di bagian kepala dan dada sebelum peristiwa tragis terjadi. Korban bahkan mengaku takut untuk berangkat ke sekolah karena sering mendapat perlakuan kasar dari teman-temannya.
Nenek korban, yang selama ini merawat ABP di Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer, sempat mendatangi pihak sekolah dan meminta agar aksi perundungan dihentikan. “Pernah dibully juga tidak mau sekolah, kepalanya pusing,” ungkap sang nenek.
Peristiwa kekerasan ini disebut telah terjadi selama tiga minggu terakhir. Kedua orangtua korban yang bekerja di Cianjur, Jawa Barat, kini tengah dalam perjalanan menuju Grobogan setelah mendengar kabar duka tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di puskesmas, korban mengalami luka lebam di bagian dada. Polisi kini memeriksa tiga siswa terduga pelaku serta beberapa saksi lain untuk memastikan penyebab pasti kematian ABP.




Leave a Reply