- thepoethouse – Jepang kini mengalahkan Indonesia untuk pertama kalinya sebagai destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi oleh turis Australia. Hal itu berdasarkan data kedatangan dan keberangkatan luar negeri pada Februari 2026 oleh Biro Statistik Australia. Mengutip news.com.au, Selasa (21/4/2026), data itu menunjukkan bahwa Selandia Baru dan Jepang menduduki posisi pertama dan kedua, di atas Indonesia yang selama ini menjadikan Bali sebagai “rumah kedua” selama periode liburan.
Terdapat 113.460 warga Australia yang kembali dari perjalanan singkat melintasi Laut Tasman (Selandia Baru), 103.360 yang kembali dari mengunjungi “Negeri Matahari Terbit” (Jepang), dan 101.630 yang mendarat dari Indonesia.
Data Lengkap 10 Besar Destinasi Wisata Turis Australia (Februari 2026)
| Peringkat | Destinasi | Jumlah Wisatawan Australia yang Kembali |
|---|---|---|
| 1 | Selandia Baru | 113.460 |
| 2 | Jepang | 103.360 |
| 3 | Indonesia | 101.630 |
| 4 | Amerika Serikat | 74.220 |
| 5 | Singapura | 62.100 |
| 6 | Thailand | 58.790 |
| 7 | Inggris Raya | 49.330 |
| 8 | Vietnam | 48.620 |
| 9 | Italia | 42.150 |
| 10 | Fiji | 40.380 |
Sumber: Australian Bureau of Statistics, Februari 2026
Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah pencatatan (sejak 2001) bahwa Indonesia tidak menduduki posisi kedua setelah Selandia Baru. Selama lebih dari dua dekade, Bali menjadi “lumbung” wisatawan Australia. Namun, data Februari 2026 menunjukkan pergeseran signifikan.
“Baca Juga : Dewa United Hajar RANS, Lanjutkan Tren Kemenangan“
Mengapa Jepang Melesat?
Beberapa faktor menyebabkan lonjakan wisatawan Australia ke Jepang:
- Nilai tukar Yen yang melemah – Sepanjang 2025 hingga awal 2026, Yen Jepang berada di level terendah dalam 30 tahun terhadap Dolar Australia (1 AUD = 100-105 JPY). Akibatnya, biaya makan, transportasi, dan akomodasi di Jepang menjadi sangat murah bagi turis Australia.
- Musim salju yang panjang – Februari 2026 merupakan puncak musim dingin di Jepang. Resor ski di Hokkaido (Niseko, Rusutsu) dan Nagano (Hakuba) menjadi primadona. Bandingkan dengan Indonesia yang sedang musim hujan.
- Dibukanya rute penerbangan langsung baru – Qantas dan Jetstar menambah frekuensi penerbangan langsung Sydney-Tokyo (Narita/Haneda) dan Melbourne-Osaka menjadi 2-3 kali sehari. Ini meningkatkan kapasitas kursi hingga 40% dibanding tahun sebelumnya.
- Visa digital yang lebih mudah – Jepang meluncurkan sistem eVisa untuk warga Australia pada Oktober 2025. Proses pengajuan visa kini hanya 10 menit secara online, tanpa perlu ke kantor kedutaan.
- Minat budaya pop yang terus meningkat – Anime, manga, dan video game Jepang sangat populer di kalangan anak muda Australia. Banyak yang datang untuk “tur budaya pop” ke Akihabara (Tokyo) atau Universal Studios Japan (Osaka).
Mengapa Indonesia (Bali) Mulai Ditinggalkan?
Meskipun angka 101.630 wisatawan Australia masih sangat tinggi, ini adalah penurunan sekitar 12% dibanding Februari 2025. Beberapa faktor yang disebutkan dalam survei oleh Tourism Australia (Maret 2026) kepada wisatawan yang beralih dari Bali ke destinasi lain:
| Faktor | Persentase Responden yang Menyebutkan |
|---|---|
| Harga tiket pesawat ke Bali naik (akibat kenaikan avtur) | 58% |
| “Bali sudah terlalu ramai dan kehilangan pesona” | 52% |
| Biaya akomodasi dan makan di Bali tidak semurah dulu | 47% |
| Ingin mencoba destinasi baru (Jepang, Vietnam, Thailand) | 43% |
| Kekhawatiran soal sampah plastik di pantai | 35% |
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengakui adanya penurunan ini. “Kami tidak bisa menutup mata. Bali memang masih menjadi favorit, tetapi persaingan semakin ketat. Jepang, Thailand, dan Vietnam bergerak agresif,” ujar Sandiaga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Respons Pemerintah Indonesia
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menarik kembali wisatawan Australia:
- Membuka rute penerbangan langsung baru – Rencananya, mulai Juni 2026 akan ada penerbangan langsung Adelaide-Denpasar (Jetstar) dan Brisbane-Labuan Bajo (Batik Air).
- Mempromosikan “Bali Beyond Bali” – Destinasi selain Bali seperti Lombok, Labuan Bajo, dan Danau Toba akan digenjot promosinya di Australia.
- Memperbaiki infrastruktur dan kebersihan – Pemerintah provinsi Bali berjanji akan mempercepat program pengurangan sampah plastik dan memperbaiki trotoar di kawasan wisata.
- Kerja sama dengan maskapai untuk tiket lebih murah – Diskusi dengan Qantas, Jetstar, dan Virgin Australia untuk menawarkan paket tiket + hotel dengan harga kompetitif.
- Memperkuat promosi wisata kuliner dan budaya – Bali tidak hanya pantai, tetapi juga seni, tari, dan kuliner yang bisa menjadi daya tarik tersendiri.
Tren Wisatawan Australia: Dari Pantai ke Pegunungan?
Data dari Australian Bureau of Statistics juga menunjukkan bahwa wisatawan Australia kini lebih tertarik pada wisata musiman (ski di Jepang, musim gugur di Korea) dan wisata perkotaan budaya (Tokyo, Osaka, Seoul, Singapura) dibandingkan sekadar liburan pantai di Bali.
“Generasi muda Australia lebih suka pengalaman yang instagrammable dan unik. Jepang menawarkan itu: dari kuil kuno hingga kota futuristik. Bali, di sisi lain, sudah terlalu mainstream,” kata analis pariwisata dari University of Technology Sydney, Dr. Sarah Lee.
Kesimpulan
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Jepang mengalahkan Indonesia (Bali) sebagai destinasi wisata favorit turis Australia pada Februari 2026. Faktor utama adalah nilai tukar Yen yang lemah, rute penerbangan langsung yang semakin banyak, serta keinginan wisatawan untuk mencari pengalaman baru. Meskipun demikian, Indonesia masih berada di posisi ketiga dengan angka yang sangat tinggi (101.630 wisatawan). Pemerintah Indonesia perlu bergerak cepat untuk mempertahankan pangsa pasar ini, terutama dengan memperbaiki infrastruktur, mengurangi sampah, dan mempromosikan destinasi baru di luar Bali. Jika tidak, bukan tidak mungkin posisi Indonesia akan terus tergeser oleh Thailand, Vietnam, atau Korea Selatan di masa mendatang.




Leave a Reply